Sektor Jasa Keuangan Tetap Resilien dan Kontributif dalam Mendukung Pertumbuhan Ekonomi Nasional

Sektor Jasa Keuangan Tetap Resilien dan Kontributif dalam Mendukung Pertumbuhan Ekonomi Nasional
Sektor Jasa Keuangan Tetap Resilien dan Kontributif dalam Mendukung Pertumbuhan Ekonomi Nasional.

DRADIO.ID – Rapat Dewan Komisioner Bulanan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pada 27 Maret 2024 menilai stabilitas sektor jasa keuangan nasional tetap terjaga stabil. Ini didukung oleh kinerja intermediasi yang kontributif, likuiditas yang memadai, dan permodalan yang kuat. Meskipun kondisi perekonomian dan pasar keuangan global relatif kondusif, perhatian terus diberikan pada perkembangan geopolitik global yang masih rentan.

Di Amerika Serikat, kinerja ekonomi tercatat solid dan di atas ekspektasi, namun tingkat inflasi masih cenderung tinggi. The Fed mempertahankan rencana penurunan suku bunga, seiring dengan kebijakan serupa dari ECB dan Bank of England. Di Tiongkok, beberapa indikator ekonomi menunjukkan kinerja di atas ekspektasi, dengan kebijakan fiskal dan moneter yang tetap akomodatif.

Secara domestik, meskipun terjadi peningkatan inflasi terkait harga pangan, inflasi inti tetap stabil. Tanda-tanda awal pemulihan permintaan terlihat dari peningkatan impor barang konsumsi dan kinerja sektor manufaktur yang membaik. Namun, tren penurunan surplus neraca perdagangan perlu terus dimonitor.

Perkembangan Pasar Modal dan Bursa Karbon menunjukkan tren penguatan, dengan IHSG menguat dan nilai kapitalisasi pasar meningkat. Transaksi pasar saham dan pasar obligasi juga mencatat nilai yang signifikan. Penghimpunan dana di pasar modal masih menunjukkan antusiasme, sementara Bursa Karbon menunjukkan potensi besar ke depan.

Dalam penegakan hukum di bidang Pasar Modal, OJK memberlakukan sanksi administratif terhadap pelanggaran, termasuk denda dan perintah tertulis kepada pelaku pasar modal yang melanggar regulasi.

Perkembangan Sektor Perbankan menunjukkan kinerja yang tetap resilien dan stabil, didukung oleh tingkat profitabilitas, permodalan yang tinggi, dan kredit yang terus tumbuh. Dana Pihak Ketiga juga mengalami pertumbuhan positif, sementara likuiditas industri perbankan dinilai memadai. Perlu perhatian terhadap risiko perbankan terutama risiko pasar dan kredit.

Dalam rangka penegakan hukum dan perlindungan konsumen, OJK mencabut izin usaha PT BPR Aceh Utara pada Maret 2024.

Perkembangan Sektor Perasuransian, Penjaminan, dan Dana Pensiun menunjukkan pertumbuhan aset yang positif, dengan kinerja asuransi komersial yang baik. Permodalan di industri asuransi tetap solid, sementara dana pensiun juga mengalami pertumbuhan yang signifikan.

Dalam penegakan hukum dan perlindungan konsumen di sektor PPDP, OJK memberlakukan sanksi administratif kepada lembaga jasa keuangan sektor PPDP.

OJK terus melakukan upaya pengawasan khusus terhadap perusahaan-perusahaan di sektor PPDP untuk memastikan kondisi keuangan yang sehat.

( Mh ).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *