Narkoba Jaringan Internasional Berhasil Diungkap Oleh Polda Jambi

Narkoba Jaringan Internasional Berhasil Diungkap Oleh Polda Jambi
Narkoba Jaringan Internasional Berhasil Diungkap Oleh Polda Jambi.

DRADIO.ID – Polda Jambi melalui Direktorat Reserse Narkoba (Ditresnarkoba) kembali berhasil menyingkap peredaran narkotika dalam gelaran konferensi pers bertempat di gedung B Mapolda Jambi, Senin (18/3/2024).

Pada pengungkapan kasus ini, Ditresnarkoba Polda Jambi berhasil mengamankan barang bukti narkotika jenis sabu seberat 10 Kilogram.

Hal ini diungkap langsung oleh Dirresnarkoba Polda Jambi AKBP Ernesto Seiser, kemudian disampaikan bahwa ada dua tersangka yang berhasil diamankan. Diantaranya, tersangka berinisial R (22) warga Asahan, Sumatera Utara dan TB (55) warga Rokan Ilir, Riau.

“Dari 10 Kg sabu ini, kita amankan dua tersangka yaitu TB dan R,” ungkapnya.

Kedua tersangka diamankan pada tanggal 7 Maret 2024 berlokasi di Jalan Kapten Pattimura Simpang IV Sipin, Kota Baru, Kota Jambi. Peran tersangka merupakan kurir yang bertugas mengantarkan narkotika kepada pembeli.

“Bisa kita simpulkan (bahwa narkoba jaringan nasional), berani karena pengalaman di Mabes kemarin sama ini keliatan, inikan bungkusnya ada teh cina warnanya sama juga hijau,” tutur AKBP Ernesto.

AKBP Ernesto meyakinkan, bahwa peredaran narkotika ini merupakan narkoba jaringan internasional. Hal itu terungkap karena kemasannya yang rapi dan jarang ditemukan dalam produksi peredaran wilayah Indonesia.

Peredaran narkotika ini masuk ke Jambi dengan barang bukti sabu sebanyak 30 kg, 10 kg telah diamankan dan sisanya berada di tangan tersangka lain berinisial S yang masih dalam tahap pengejaran.

“Barang ini diambil dari Sumatera Utara, tepatnya di Kabupaten Tapanuli Selatan,” terang AKBP Ernesto.

Pengungkapan kasus narkoba oleh Dirresnarkoba Polda Jambi AKBP Ernesto Seiser, didampingi Plt Wadirresnarkoba Andi M Ichsan, serta Kabid Humas Kombes Pol Mulia Prianto.

Kemudian, tim langsung menuju Sumatera Utara dan mendapati tersangka C saat di lapangan. Saat melakukan pengamanan, tersangka S melakukan perlawan terhadap petugas dan salah satu petugas hampir tertabrak.

“Anggota langsung melakukan tindakan peringatan dengan menembak ban mobil pelaku, kemudian mobil pelaku oleng dan masuk got di halaman masyarakat,” jelas AKBP Ernesto.

Sehingga saat tersangka S telah lumpuh, petugas mendapat tersangka tidak sadarkan diri, sebab ada peluru yang masuk ke rahang setelah dilakukan pemeriksaan di rumah sakit Brimob Sumut.

Tim Ditresnarkoba terus melakukan tahap pengembangan dan penyelidikan terkait kasus narkoba jaringan internasional ini, sebab masih banyak nama yang menjadi buronan.

Dalam hal ini, Ditresnarkoba Polda Jambi dapat membantu pemerintah menghemat uang negara dalam proses rehabilitasi sekitar Rp. 335 miliar.

Atas perbuatan yang telah dilakukan, para tersangka terjerat pasal 114 ayat 2 dan/atau pasal 112 ayat 2 Undang-Undang RI Nomor 35 Tahun 2009 dengan ancaman hukuman seumur hidup dan/atau hukuman mati.

( Mh ).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *