Tersangka Kasus Penambangan Minyak Ilegal di Sungai Bahar Dilimpahkan Ke Jaksa

Tersangka Kasus Penambangan Minyak Ilegal di Sungai Bahar Dilimpahkan Ke Jaksa
Tersangka Kasus Penambangan Minyak Ilegal di Sungai Bahar Dilimpahkan Ke Jaksa.

DRADIO.ID – Tim khusus (Timsus) Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Jambi limpahkan tiga tersangka atas aktivitas pengeboran ilegal atau penambangan minyak ilegal di Kecamatan Sungai Bahar Kabupaten Muaro Jambi, Jambi.

Tiga tersangka itu berinisial JK, GB dan, IB. Mereka dilimpahkan ke Jaksa atau tahap II pada Jumat (8/3/2024).

Hal itu disampaikan oleh Paur Penmas Bidhumas Polda Jambi Ipda Alamsyah Amir atas tiga tersangka dilimpahkan ke Jaksa atau tahap II.

“Iya, benar. Tiga tersangka itu sudah dilimpahkan ke Jaksa dan berkas oerkara dinyatakan P21,” ujarnya, Rabu (13/3/2024).

Sebelumnya, Tim Sus Polda Jambi amankan tiga orang yang salah satunya merupakan pemilik dari sumur atau tambang minyak ilegal tersebut.

“Pelaku yang diamankan JK sebagai pemolot atau pekerja sumur minyak, IB pemilik sumur sendiri sekaligus pemolot dan GP pemolot,” kata Alam, Kamis (11/1/2023).

Dia menjelaskan, masing-masing tersangka kasus penambangan minyak ilegal ini memiliki barang bukti sendiri. Sehingga, para tersangka langsung diringkus oleh tim kepolisian Ditreskrimsus Polda Jambi. Dari tangan JK polisi mendapatkan barang bukti berupa satu unit kendaraan roda merek honda warna hitam tanpa nomor polisi.

Satu buah pipa canting besi, satu buah rol tali tambang, satu buah katrol dan satu jerigen berisi cairan berwarna hitam menyerupai minyak bumi.

Dari tangan IB satu unit kendaraan roda dua merek Honda warna hitam tanpa nomor polisi, satu buah pipa canting besi, satu buah rol tali tambang, satu buah katrol dan satu jerigen berisi cairan berwarna hitam menyerupai minyak bumi.

Selanjutnya, dari tangan GP juga ditemukan satu unit kendaraan R2 merek Honda warna hitam tanpa nomor polisi, satu buah pipa canting besi, satu buah Rol tali tambang, satu buah katrol dan satu jerigen berisi cairan berwarna hitam menyerupai minyak bumi.

Ditambahkan Alam, Polda Jambi juga mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan kegiatan ilegal drilling, karena kasus penambangan minyak ilegal ini bisa berdampak buruk terhadap lingkungan dan hal tersebut perbuatan melanggar hukum.

(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *