Tingkat Inflasi Mencapai 2,47 Persen, Kota Jambi Berada Di Bawah Angka Nasional

Tingkat Inflasi Mencapai 2,47 Persen, Kota Jambi Berada Di Bawah Angka Nasional
Tingkat Inflasi Mencapai 2,47 Persen, Kota Jambi Berada Di Bawah Angka Nasional. Foto: Muhammad Hair/dradio.id

DRADIO.IDPemerintah Kota (Pemkot) Jambi terus berupaya mengendalikan tingkat inflasi yang ada di tingkat daerah.

Salah satu langkah yang dilakukan oleh Pemkot Jambi adalah mengadakan kegiatan Gerakan Pangan Murah (GPM) yang berlangsung di kawasan Tugu Keris Siginjai Sakti, Kota Baru, Kota Jambi, Kamis (22/2/2024).

Kegiatan ini sebagai wujud nyata dalam menekan angka inflasi di daerah Kota Jambi. Kemudian, masyarakat pun akan mendapatkan bahan pokok dan pangan dengan harga yang terbaik atau di bawah harga pasar dalam kegiatan ini.

Kepala Dinas (Kadis) Pertanian dan Ketahanan Pangan Kota Jambi, Evridal Asri menyampaikan bahwa tingkat inflasi di Kota Jambi masih dikategorikan aman, karena masih di bawah angka inflasi tingkat nasional.

Evridal Asri, Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Kota Jambi.

“Kalau kondisi sekarang ini inflasi kita berada di 2,47 %, memang sudah turun jauh dari sebelum-sebelumnya. Dibawah target Nasional 31%, tapi kita berusaha angka ini di bawah angka nasional,” ungkap Evridal yang juga merupakan Ketua Pelaksana Kegiatan GPM.

Ia menyatakan bahwa kondisi ini akan terus dilakukan peningkatan dan segala upaya, agar kondisi inflasi di Kota Jambi tetap terkendali dan jauh di bawah tingkat inflasi nasional.

“Upaya-upaya inilah yang kita lakukan untuk bisa mengendalikan atau mempengaruhi harga pasar. Sehingga harga pasar itu tidak melonjak tinggi dan pasar tidak menaikkan atau tidak memainkan barang-barangnya,” tuturnya.

Evridal juga menjelaskan bahwa Pemkot Jambi melalui Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan telah memiliki program “Ayo Menanam” dan “Ayo Memanen”. Dengan gerakan ini, diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat dalam ketersedian beragam pangan yang sehat, bergizi dan mencukupi kebutuhan.

Terkhususnya para petani di Kota Jambi untuk tetap menghasilkan pangan kepada masyarakat.

“Kita juga akan memberikan pembelajaran kepada petani itu sendiri untuk setiap saat untuk melakukan gerakan “Ayo Menanam” dan setiap saat pun panen itu berjalan. Walaupun memang hasil dari produksi pertanian kita itu tidak akan mencukupi kebutuhan masyarakat kota, tapi paling tidak kita sudah memaksimalkan lahan atau potensi daripada pertanian kita untuk membantu masyarakat dalam memenuhi kebutuhan pangan,” pungkas Evridal.

( Mh ).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *