Tanggapi Surat Menteri ESDM, Gubernur Jambi Konsisten Optimalkan Jalur Sungai Untuk Angkutan Batu Bara

Tanggapi Surat Menteri ESDM, Gubernur Jambi Konsisten Optimalkan Jalur Sungai Untuk Angkutan Batu Bara
Tanggapi Surat Menteri ESDM, Gubernur Jambi Konsisten Optimalkan Jalur Sungai Untuk Angkutan Batu Bara. Foto: Muhammad Hair/dradio.id

DRADIO.IDPemerintah provinsi Jambi tegas untuk menutup sementara operasi pengangkutan batu bara melalui jalur sungai darat atau melintasi jalan nasional hingga jalur khusus rampung penyelesainnya.

Hal tersebut menimbulkan kecaman bagi para sopir truk angkutan batu bara. Karena mereka harus kehilangan mata pencarian akibat proses angkutab batu bara (hauling) jalur darat dihentikan.

Kemudian, pihak Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) juga menanggapi hal tersebut dengan melayangkan surat yang ditujukan kepada Gubernur Jambi.

Surat yang ditujukan berisi permohonan kepada Gubernur Jambi untuk mempertimbangkan membuka kembali operasi angkutan batu bara, baik jalur darat maupun jalur air/sungai.

Hal ini dilakukan atas kekhawatiran Kementerian ESDM terkait pendistribusian batu bara untuk pasokan listrik bagi PLN wilayah Sumatera akan terhambat.

Gubernur Jambi Al Haris memberikan tanggapan terkait surat tersebut, bahwa ia akan tetap tegas dan konsisten untuk memaksimalkan jalur air atau sungai.

“Surat itukan menegaskan agar pemerintah mempertimbangkan apakah lewat untuk tetap jalannya angkutan itu, artinya adalah disitu ditegaskan baik melalui jalur darat atau jalur air. Kan kita masih jalan, kita masih jalan sampai hari ini jalur air (sungai) masih jalan,” ungkap Al Haris disela kegiatannya, Selasa (30/1/2024).

Al Haris menyampaikan pemerintah provinsi Jambi tidak mengehentikan proses pengangkutan dan distribusi batu bara, namun hanya memaksimal operasi jalur air. Hal itu dikarenakan jalur khusus batu bara di provinsi Jambi belum rampung, sehingga pengangkutan batu bara jalur darat dihentikan untuk sementara.

“Artinya pasokan kita ke PLN masih jalan, tidak masalah. Saya kira sementara waktu pasokan ke PLN tetap berjalan melalui jalur sungai,” jelas Al Haris.

Kemudian, pemerintah akan terus mencari solusi terbaik dan melakukan evaluasi terkait operasi pengangkutan batu bara jalur darat.

“Kita akan masih tetap mencari solusi terbaiklah, pemerintah bukanlah membunuh rakyat, pemerintah tetap mencari solusi terbaik dari angkutan itu. Jadi, sementara kita tetap maksimalkan jalur sungai (air),” pungkas Al Haris.

Sehingga, keputusan pemerintah provinsi Jambi menutup operasi angkutan batu bara jalur darat masih tetap berlaku hingga penyelesaian jalur khusus rampung.

( Mh ).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *