Caleg di Bondowoso Rela Jual Ginjal Demi Modal Untuk Kampanye

Caleg di Bondowoso Rela Jual Ginjal Demi Modal Untuk Kampanye
Caleg di Bondowoso Rela Jual Ginjal Demi Modal Untuk Kampanye. Source: nomorsatukaltim.disway.id

DRADIO.ID – Seorang Calon Legislatif (Caleg) yang terdaftar sebagai caleg DPRD di Bondowoso nekat dan rela menjual ginjal untuk mencari biaya kampanye.

Pria tersebut Bernama Erfin Dewi Sudanto yang merupakan kader dari Partai Amanat Nasional (PAN). Menurut informasi yang beredar, ia merupakan warga Desa Bataan, Kecamatan Tenggarang, Kabupaten Bondowoso, Jawa Timur.

Erfin terdaftar sebagai caleg DPRD Bondowoso dengan nomor urut 9 untuk daerah pemilihan (Dapil) I yang mencakup Kecamatan Kota Bondowoso, Tenggarang dan Wonosari.

Alasannya berani menjual ginjal dikarenakan butuh biaya untuk kampanye minimal senila Rp. 300 juta. Ia juga mengatakan bahwa hal tersebut merupakan dampak politik di Indonesia berbiaya cukup tinggi.

Biaya tersebut digunakan untuk segala kepentingan kampanye, seperti pemasangan spanduk dan baliho, operasional kampanye hingga uang untuk menggalang massa.

“Minimal seorang caleg perlu uang Rp300 juta untuk kepentingan kampanye, saya sudah tanya kanan kiri ke caleg lain,” ungkap Erfin, dikutip via nomorsatukaltim.disway.id.

Entah hal itu merupakan loyalitas dan pengorbanan untuk menjadi wakil rakyat atau hanya sensasi belaka, namun apa yang dilakukannya berhasil mearik perhatian seluruh masyarat Indonesia. Karena, kabar pemberitaannya berhasil menjadi headline news dan trending topik di media massa, online dan social.

“Langkah ini terpaksa saya lakukan. Sebab, saya melihat kondisi demokrasi Indonesia saat ini memprihatinkan” jelas Erfin.

Apabila nantinya Erfin memenangkan kursi DPRD Bondowoso pada pemilu 2024, ia berjanji akan memberikan donasi sebesar 50 persen gaji pokoknya untuk kegiatan Masyarakat.

Kemudian, ia pun sudah siap pasrah apabila ginjalnya tidak terjual dan ambisinya untuk menjadi anggota dewan tidak terwujud. Pastinya hal ini merupakan salah satu upaya bentuk kampanye agar mendapat suara lebih banyak pada pemilu yang akan berlangsung pada tanggal 14 Februari 2024.

Pihak Partai Amanat Nasional (PAN) pun menanggapi hal tersebut dan menyatakan bahwa keputusan Erfin menjual ginjal adalah keputusan pribadi dan tidak mencerminkan kebijakan partai.

“Kami menghormati hak setiap individu untuk mendukung kampanye mereka, keputusan untuk menjual organ tubuh adalah keputusan pribadi yang diluar kendali partai,” ujar juru bicara PAN dalam konferensi pers.

PAN juga akan melakukan pemanggilan dan klarifikasi kepada Efrin terkait manuver kontroversi yang telah terjadi.

( Mh ).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *