Kemenag Provinsi Jambi Ungkap Penyelenggaraan Ibadah Haji 2024 Terdapat Perubahan, Simak Perubahannya

Kemenag Provinsi Jambi Ungkap Penyelenggaraan Ibadah Haji 2024 Terdapat Perubahan, Simak Perubahannya
Kabid Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) Kemenag Provinsi Jambi yakni Wahyudi Abdul Wahab. Foto: Muhammad Hair/dradio.id

DRADIO.ID – Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kanwil Kemenag) Provinsi Jambi menyatakan bahwa pelaksanaan dan penyelenggaraan Ibadah Haji 2024 nanti akan terdapat sedikit perubahan.

Hal itu diungkapkan melalui kegiatan Media Gathering yang diselenggarakan oleh Kanwil Kemenag Provinsi Jambi bertempat di Rumah Kito Resort Hotel Jambi, Senin (11/12/2023).

Media Gathering tersebut mengangkat tema “Transformasi Digital dalam penyelenggaraan ibadah Haji pada Kementerian Agama RI”.

Acara ini langsung dihadiri oleh Kabid Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) Kemenag Provinsi Jambi yakni Wahyudi Abdul Wahab. Ia menyampaikan dalam persiapan pelaksanaan ibadah haji tahun 2024 nanti akan ada sedikit perubahan dari tahun 2023 ini.

“Dimana skema tahun 2024 nanti sedikit berbeda, jika tahun sebelumnya para calon jamaah haji (CJH) harus melunasi biaya haji terlebih dahulu baru melakukan tes kesehatan (Istitha’ah). Nah pada tahun ini malah sebaliknya. Tes kesehatan dulu baru pelunasan,” ungkapnya kepada awak media.

Dengan peraturan dan skema yang baru ini, Kemenag Provinsi Jambi bersinergi dengan Dinas Kesehatan dalam melakukan pemantauan serta menjamin kesehatan kepada seluruh calon jamaah haji nanti.

“Proses ini memang tidak mudah, tetapi koordinasi dengan lintas sektoral dari Dinas Kesehatan bahwa bajama’ah (bakal calon jamaah) sekarang sudah mulai di minggu ke-2 berdasarkan surat dari Kemenkes dan kita juga terima dari pusat. Minggu ke-2 Desember ini pemeriksaan kesehatan tingkat bawah sudah dilakukan di puskesmas puskesmas,” tegas Wahyudi.

Namun, apabila calon jamaah telah menyadari terlebih dahulu tidak mampu secara kondisi fisik atau kesehatan dalam melaksanakan haji, hal tersebut dapat dilimpahkan kepada saudara kandung.

“Pelimpahan itu begini, jadi Jama’ah tersebut sudah mendaftar dan masuk ke dalam porsi 2024. Tetapi jamaah tersebut dari segi Kesehatan dia berpikir tidak layak, dia menyadari sendiri. Maka dia boleh melakukan pelimpahan kepada suami atau istri, orang tua dan anak kandung. Tetapi harus ada surat kuasa, boleh dilakukan pelimpahan kea nak kandung baru kemudian dilakukan pelunasan, apalagi bagi orang tua yang meninggal,” ucap Wahyudi.

Sementara itu, biaya pelaksanaan ibadah haji pada tahun 2024 adalah sebesar Rp. 93,4 juta. Namun, dari angka tersebut akan ada subsidi dari BPKH (Badan Pengelola Keuangan Haji) sebesar Rp. 37 juta, biaya pendaftaran Rp. 25 juta, sehingga jamaah melunasi sebesar Rp. 31 juta.

Terakhir, Wahyudi menyampaikan beberapa peningkatan digitalisasi dalam penyelenggaraan ibadah haji di tahun 2024, yakni PUSAKA (Pusat Layanan Keagamaan) yang akan terkoneksi pada SISKOHAT (Sistem Informasi Komputerisasi Haji Terpadu) yang memberikan kemudahan para jamaah dalam mendapatkan berita dan infomasi terkait Kesehatan mapun pelaksanaan ibadah haji bagi jamaah.. Terdapat juga BIO VISA yang memuat identitas jamaah Haji Indonesia melalui fitur biometrik wajah, sidik jari dan foto paspor yang dikeluarkan oleh Pemerintah Kerajaan Arab Saudi. Pelaporan petugas Haji juga dikembangkan dengan system digital.

Pada kegiatan ini hadir juga Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Jambi dr. MHD. Ferry Kusnadi, Sp.OG dan Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Kelas III Jambi dr. Lia Agustian, M.P .H sebagai pihak yang menyampaiakan dan kejelasan mengenai kondisi Kesehatan calon jamaah yang layak berangkat melaksanakan ibadah Haji.

( Mh ).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *