Lebih Mementingkan Kesehatan Mental, Gen Z Rela Digaji Kecil Asal Dengan Sistem Kerja WFH

Ilustrasi Work From Home. Source: Disway.id

DRADIO.ID – Semakin berkembangnya teknologi dan peradaban, generasi muda yang dilahirkan pun akan menghasilkan perilaku yang berbeda dan unik. Saat ini Generasi Z atau Gen Z sedang hangat menjadi pembicaraan di tengah masyarakat.

Gen Z merupakan generasi muda yang memiliki rentang kelahiran 1997 – 2012, sehingga pada tahun 2023 generasi ini berusia 8 sampai 23 tahun.

Hal yang menjadi sorotan adalah perilaku dan sikap Gen Z berbeda dari generasi sebelumnya, seperti Gen X dan Gen Y (Milenial). Ciri khas yang sangat melekat pada Gen Z adalah mereka mengedepankan kebebasan dan menekankan perhatian pada kesehatan mental atau mental health.

Sehingga, terdapat penelitian baru yang menunjukkan Gen Z rela mendapatkan upah gaji yang kecil, asal menjalani sistem kerja yang dilakukan di rumah atau Work From Home (WFH). Bahkan para generasi muda sekarang tidak mempersalahkan upah yang kecil, dengan catatan mereka mendapatkan lingkungan kerja yang menunjang kesehatan mental.

Dalam penelitian “Work Relationsship Index” yang dilakukan tim Hewlett-Packard (HP), data yang didapat sekitar 93% Gen Z dengan sangat mudah menerima jumlah upah yang lebih kecil, namun yang terpenting mereka mendapatkan lingkungan dan hubungan kerja yang baik.

Dari jumlah data tersebut diikuti oleh generasi milenial yang berkisar di 89%. Riset pekerja tersebut dilaksanakan di 12 negara, termasuk negara Indonesia.

Penelitian tersebut diikuti oleh 15 ribu lebih responden selama Juni-Juli 2023.

“Alasan riset ini diinisiasi adalah karena cara kerja kita sudah berubah pasca-pandemi dengan adanya kerja hybrid, bahkan kerja di mana saja (WFA). Sehingga ekspektasi dan hubungan kita dengan pekerjaan kita juga berubah,” kata Country Manager HP New Zealand Oliver Hill, dikutip via Tren Asia.

Kemudian, penelitian tersebut ditemukan sebasar 16% Gen Z rela gajinya dipotong asal mereka bisa memilih tempat kerja sendiri atau dengan sistem WFH dan Work From Anywhere (WFA). Sedangkan 18% Gen Z ingin bisa memilih jadwal kerja mereka sendiri.

Selanjutnya, terdapat data sebesar 15% Gen Z ingin bekerja di suatu tempat dengan sekumpulan orang yang memiliki hubungan dekat meski harus mempertaruhkan gaji mereka. Hal ini selaras dengan riset “Work Relationship Index” yang menyebutkan hanya 38% pekerja di Indonesia yang memiliki hubungan baik dengan rekan kerja dan kantor mereka.

HP menyatakan dalam penelitiannya bahwa hubungan yang tidak sehat dengan pekerjaan bisa berdampak buruk bagi pekerja itu sendiri. Pekerja menghadapi kendala kesehatan mental yang kemudian bisa berpengaruh pada kesehatan fisik.

Laporan data sebesar 62% pekerja yang tidak memiliki hubungan baik dengan profesinya bisa terkena penyakit dari makan makanan yang tidak sehat, kurang berolahraga, susah tidur sampai naiknya berat badan. Terkait kesehatan mental, 55% pekerja diketahui mengalami masalah dengan kesehatan mentalnya.

( Mh ).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *