Berkumpul Di Bawah Patung Jokowi, Masyarakat Desa Sunu NTT Gelar Ritual Adat

Source: sindonews.com

DRADIO.ID – Sejumlah warga adat Desa Sunu, Kecamatan Amanatun Selatan, Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), NTT menggelar ritual adat, Minggu (22/10/23).

Uniknya pula, ritual tersebut digelar tepat di bawah patung Presiden RI, Joko Widodo yang ada di puncak Gunung Sunu.

Diketahui, ritual itu dilaksanakan bertujuan untuk mendoakan kondisi bangsa agar lebih baik.

Dilansir dari RM.id, masyarakat Desa Sunu sudah berjalan dari pagi menuju puncak Gunung Sunu. Hal itu dilakukan untuk menyampaikan doa dan harapan tepat di bawah patung Presiden Jokowi setinggi 3,5 Meter dan berat 700 kg.

Masyarakat Desa Sunu memandang Jokowi sebagai seorang pemimpin yang istimewa. Akan tetapi mereka juga meresahkan kondisi politik saat ini. Doa yang disampaikan merupakan harapan masyarakat agar apa yang telah dilaksanakan baik oleh Jokowi, tidak menjadi kacau dan rusak di akhir masa jabatannya.

“Jokowi adalah Bapak Bangsa dan sebagai Bapak Bangsa dia harus menjadi Bapak untuk semua, dan bukan hanya untuk keluarganya,” kata Panglima perang Suku Benu sekaligus Mantan Kepala Desa Sunu periode, Nithanel Benu, dikutip via RM.id.

Masyarakat di sana memiliki dugaan terkait potensi akan rusak di akhir masa jabatan Joko Widodo. Hal itu berdasarkan kondisi saat ini, dengan banyaknya pihak yang mendesak menginginkan seorang anak muda sekaligus putra dari Jokowi, Gibran Rakabuming Raka mencalonkan diri sebagai calon Wakil Presiden. Gibran dinilai masih terlalu muda dan sedikit pengalaman untuk menjadi pemimpin negara.

Dengan demikian, masyarakat mengucapkan doa bersama dan berharap Jokowi diberikan kekuatan untuk menjaga persatuan Indonesia.

“Kami berharap agar Presiden Jokowi menjadi Bapak untuk kita semua, termasuk untuk kami di Timor sini, memang kami tidak bisa pergi ke Istana untuk menyampaikan pesan kami, tapi bagi kami doa yang kami panjatkan di depan patung Presiden Jokowi ini, sama dengan kehadiran kami bertemu dengan beliau, sebagai tanda kecintaan kami,” ungkap Nithanel Benu.

Menurutnya, Jokowi adalah orang baik, jangan ada tindakan yang membuatnya rusak, seperti mendesak pencalonan putranya menjadi wakil presiden. Selayaknya buah yang belum masak, tidak akan nikmat apabila dimakan, jangan dipaksa. Masyarakat Sunu berharap agar Gibran dibiarkan dahulu menjalani sebuah proses, agar kelak akan siap memimpin Indonesia ke depan dengan pengalaman dan proses yang dijalani.

“Biarkan Gibran matang secara alami. Buah yang enak dimakan masak alami dari pohon, butuh proses” ungkapnya.

Hal tersebut juga diungkapkan oleh Kepala Desa Sunu yang sedang menjabat, Yakob kase yang mengatakan setiap hari ia bersama warga Desa Sunu bersama-sama selalu mengikuti kabar dan berita politik nasional via televisi bersama para warga.

Ia bersama warga Desa Sunu menolak keinginan berbagai pihak yang ingin menjerumuskan Jokowi dengan memaksakan Gibran, anaknya untuk menjadi calon wakil presiden.

“Kami sayang Gibran, jangan dipaksakan, jangan sampai merusak nama baik Pak Jokowi, jangan sampai merusakan ketokohan beliau,” ungkap Yakob Kase kepala Desa Sunu.

Melalui ritual adat yang digelar bersama di depan patung Presiden Jokowi, para warga Desa Benu berharap Presiden Jokowi untuk tetap menjadi Bapak pada semua, dan bukan hanya untuk sekelompok orang, atau keluarga saja. Patung Jokowi yang berada di puncak Gunung Sunu menjadi simbol kesejahteraan, persatuan, dan semangat gotong-royong.

Sebelum melakukan ritual serta doa, terlebih dahulu dibuka dengan tarian bonet mengitari patung Jokowi oleh puluhan warga di atas Gunung Sunu. Tarian melingkar dengan gerak ritmis itu merupakan tanda kebersamaan yang tak boleh putus.

Menurut masyarakat di sana, Jokowi adalah salah seorang Presiden yang memiliki kepribadian mengayomi dan bertanggung kawab untuk kehidupan mereka secara nyata. Saat ini, mereka merasa prihatin dan resah, melihat kondisi sekarang yang bergantinya kepala negara dengan pencalonan kandidat yang terlalu muda.

( Mh ).

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *