Kecanduan Judi Online, Bisa Jadi Gangguan Kesehatan Mental

Ilustrasi aktivitas judi online. Foto via radarselatan.disway.id

DRADIO.ID – Aksi perjudian merupakan tindakan yang tidak terpuji, karena keinginan untuk mendapatkan uang secara instan. Namun nyatanya, judi hanyalah tindakan yang merugikan dan hanya memberi kegembiraan sesaat. Judi membuat banyak orang memiliki sikap boros dengan menghamburkan uang dan malas untuk bekerja.

Judi online bukan hanya menjadi permasalahan sosial, kegiatan judi tersebut juga berdampak pada kesehatan mental. Karena berjudi pun bisa memperburuk kondisi seperti kecemasan, ketergantungan, depresi, dan stres.

Seorang penjudi akan selalu merasakan tantangan dan kesenangan saat berjudi, hal itulah yang dapat mengakibatkan kecanduan. Karena kegiatan itu dilakukan secara terus-menerus yang menyebabkan perubahan cara otak dalam mengirimkan sinyal.

Dikutip dari Halodoc.com, otak akan secara otomatis menginginkan suatu hal untuk menggerakkan reward system, hingga akhirnya aktivitas yang dilakukan tersebut menjadi sebuah kebiasaan.

Hal itu mengakibatkan pecandu akan lebih bersemangat dalam mencapai apa yang diinginkan ketimbang apa yang lebih dibutuhkan. Kemudian, seseorang yang mengalami kecanduan butuh melakukan aktivitas tersebut untuk mencapai kesenangannya.

Dalalm kasus ini, kecanduan judi bisa menjadi permasalahan untuk kesehatan mental seseorang. Pelaku judi yang sudah menjadi kecanduan akan mengalami kesehatan mental seperti stress, depresi, anxiety, dan gangguan mental lainnya.

Faktor-faktor Pendorong Seseorang Melakukan Aktivitas Judi Hingga Kecanduan

Terdapat beberapa faktor penyebab seseorang melakukan aktivitas judi hingga menjadi kecanduan, dikutip via Halodoc.com. Simak penjelasannya yang telah dirangkum di bawah ini!

  • Lingkungan

Seseorang melakukan aktivitas judi biasanya berasal dari lingkungan sekitarnya. Sebab lingkungan terdekat mampu mempengaruhi perilaku seseorang. Sehingga, seseorang yang dikelilingi dengan aktivitas judi, akan mendorong seseorang tersebut melakukan hal yang sama. Biasanya berasal dari lingkungan lingkungan terdekat, seperti keluarga atau teman pergaulan.

  • Sensasi Kepuasan dan Bahagia

Adanya perasaan tegang saat menunggu hasil taruhan ataupun saat penjudi menang memberikan kesenangan yang memuaskan bagi pelaku judi. Hal itu berhubungan dengan aktivitas di daerah otak yang terhubung dengan saraf dopaminergik yakni neurotransmiter yang terbentuk di otak yang berfungsi memberikan sinyal antara sel saraf atau sel saraf dengan sel lainnya. Perasaan puas yang didapatkan membuat penjudi candu untuk melakukan kegiatan judi terus menerus.

  • Latarbelakang Sosial dan Ekonomi

Bagi pelaku judi, mereka tidak memikirkan proses dalam menghasilkan keuntungan, namun hanya berfokus pada hasil. Sehingga penjudi biasanya tidak memikirkan konsekuensi atas tindakan yang dilakukannya. Ambisi dalam mendapatkan uang dengan cepat dan mudah tanpa harus berusaha keras menjadi alasan kebanyakan penjudi.

Hal tersebut semakin terdorong apabila seseorang memiliki masalah sosial atau keuangan seperti terlilit utang, biaya hidup dan keluarga akan menjadikan judi sebagai jalan keluar tanpa memikirkan risiko.

Penanganan dan tindakan yang paling tepat untuk mengatasi kecanduan adalah berkonsultasi dengan psikolog atau psikiater. Dengan tindakan tersebut, pecandu akan diobservasi dan diawasi untuk menahan diri agar tidak melakukan aktivitas tersebut.

( Mh ).

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *