Belum Sesuai Harapan, Pemprov Jambi Akan Kembali Evaluasi Hujan Buatan dengan TMC

ilustrasi proses Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC). foto : disway.id

DRADIO.ID – Pemerintah Provinsi Jambi terus berupaya dalam menangani kasus bencana kabut asap yang disebabkan oleh Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla).

Salah satu langkah dalam menanggulangi permasalahan kabut asap yaitu menciptakan hujan buatan melalui Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC).

Pemerintah provinsi Jambi telah melakukan TMC yang berasal dari cairan CACL dari tanggal 3 sampai 7 Oktober 2023.

Upaya tersebut dilaksanakan oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Jambi. Namun sayangnya, upaya tersebut belum menghasilkan hujan yang signifikan.

Sehingga Pemerintah Provinsi Jambi akan terus melakukan evaluasi kembali terhadap penerapan Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC) yang telah dilakukan tersebut.

Sistem Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC) menciptakan hujan melalui cairan CACL atau Kalsium Klorida

Akan tetapi, penggunaan cairan CACL tidak seefektif bubuk garam dalam menciptakan hujan buatan di Provinsi Jambi.

Sekretaris Daerah Provinsi Jambi Sudirman menegaskan hal tersebut, ia menyatakan upaya TMC di Jambi belum menuai hasil yang diharapkan.

Sudirman mengungkapkan, ada sebanyak 1.500 liter CACL yang digunakan dalam proses TMC. Namun, setelah lima hari dilakukan hal tersebut belum menciptakan hujan yang diharapkan. Melihat hasil tersebut, Sudirman berpendapat bahwa dalam menciptakan hujan buatan masih lebih efektif menggunakan garam.

Untuk sementara waktu, Pemrov Jambi akan masih melakukan hujan buatan atau TMC.

“Kita lihat dulu beberapa hari ini, nanti kita evaluasi,” jelas Sudirman, via Jambi-Independent.

Dalam rentang waktu dua hari kemarin, sejumlah wilayah di Jambi sempat diguyur hujan. Namun, curah hujan yang datang tidak terlalu lebat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *