Virus Covid Berakhir, Virus Nipah Hadir di India

India terkena penyebaran virus Nipah. source: liputan6.com

DRADIO.ID – Virus Covid-19 kini sudah menurun dan kasusnya sudah tidak lagi meningkat seperti beberapa tahun terakhir. Namun terdapat virus terbaru yang cukup membahayakan layaknya Covid-19 yaitu virus Nipah.

Dikutip dari BBC, terdapat satu negara bagian di India, Kerala dikabarkan dengan adanya penyebaran virus Nipah. Dimana virus tersebut diduga telah menewaskan 2 orang dari 5 orang yang dilaporkan terinfeksi. Kematian pertama terjadi pada awal bulan ini, kemudian kematian lainnya terjadi pada 30 Agustus.

Pemerintah India sudah melakukan tes kepada 706 orang, termasuk 153 tenaga kesehatan, pada Rabu (13/9/2023). Seluruh kasus virus Nipah dilaporkan berada di Distrik Kozhikode, Kerala, dikutip via BBC.

Dilansir dari Infeksi Emerging, virus Nipah merupakan penyakit emerging zoonotik yang termasuk ke dalam genus Henipavirus dan famili Paramyxoviridae. Maksudnya virus Nipah dapat menyebar diantara hewan dan manusia. Penularannya berasal dari hewan liar atau domestik, dengan kelelawar buah yang dikategorikan pada famili Pteropodidae sebagai host alamiahnya.

Terdapat beberapa gejala yang disebabkan oleh virus Nipah, diantaranya demam, sakit kepala, kesulitan bernafas, batuk sakit, tenggorokan, muntah, kejang, kesulitan bernafas, radang, nyeri otot dan gejala lainnya.

Hingga saat ini belum ada vaksin untuk virus Nipah, tindakan yang dilakukan hanya terbatas mengatasi gejala dan perawatan intensif.

Pemerintah India pastinya melakukan pencegahan terhadap kasus virus Nipah yang tersebar. Pemerintah setempat menghimbau untuk tidak melakukan perkumpulan publik di Kozhikode selama 10 hari, menghimbau memakai masker, menghimpau orang yang dalam gejala virus nipah, melakukan tes massal, dan tidak pergi ke rumah sakit apabila tidak darurat.

Data yang dikeluarkan Organisasi Kesehatan Dunia atau Word Health Organization (WHO) yaitu terdapat antara 40% sampai 75% tingkat kematian terjadi yang disebabkan virus Nipah. ( Mh ).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *