OJK Dorong Penguatan Integritas Pasar Modal, Peringatan 46 Tahun Diaktifkannya Kembali Pasar Modal Indonesia

Mahendra Siregar, Ketua Dewan Komisioner OJK

DRADIO.ID – Jakarta , Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pada 10 Agustus 2023 berkomitmen untuk meningkatkan integritas pelaku pasar modal sebagai kunci pengembangan pasar modal Indonesia yang berkontribusi pada perekonomian nasional. Ketua Dewan Komisioner OJK, Mahendra Siregar, menekankan pentingnya meningkatkan integritas dalam semua aspek pasar modal, termasuk pelaku pasar, produk, perusahaan emiten, lintas profesi, dan pengawasan.

OJK juga akan memperkuat upaya pelindungan investor dan masyarakat melalui kerja sama dan kolaborasi dengan lembaga lain. Hal ini meliputi sosialisasi terpadu, pengawasan perilaku pelaku usaha keuangan, dan penguatan regulasi terkait.

Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Inarno Djajadi, menekankan pentingnya menjaga kepercayaan investor dan masyarakat terhadap pasar modal Indonesia. OJK telah melakukan pemeriksaan terhadap manajer investasi, transaksi efek, perusahaan efek, lembaga efek, dan memberikan perintah tindakan tertentu untuk memastikan kepatuhan.

Kinerja pasar modal Indonesia tetap positif, tercermin dari Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang tumbuh sebesar 0,36% secara year to date (ytd) menjadi 6.875,11 poin pada 9 Agustus 2023. Nilai kapitalisasi pasar mencapai Rp10.040 triliun, meningkat 5,70% secara ytd.

OJK juga telah mengeluarkan pernyataan efektif atas 141 penawaran umum dengan total emisi sebesar Rp165,22 triliun hingga 9 Agustus 2023, termasuk 57 emiten baru. Jumlah emiten di Indonesia menjadi yang terbanyak di ASEAN dan peringkat keempat di tingkat global.

Jumlah investor juga meningkat lebih dari 4 kali lipat dalam 5 tahun terakhir, dengan jumlah Single Investor Identification (SID) mencapai 11,46 juta pada Agustus 2023. Pertumbuhan investor tertinggi berasal dari generasi milenial dan Z yang mencapai sekitar 57,26% dari total.

Kinerja reksa dana juga positif dengan Total Nilai Aktiva Bersih (NAB) Reksa Dana tumbuh 3,36% dari Rp504,86 triliun pada Desember 2022 menjadi Rp521,83 triliun pada 8 Agustus 2023. Jumlah dana kelolaan Industri Pengelolaan Investasi juga meningkat 2,58% dari Rp827,94 triliun pada Desember 2022 menjadi Rp848,87 triliun.

Penghimpunan dana melalui Skema Pembiayaan Pembiayaan Beragun Aset (SCF) juga menggembirakan, dimanfaatkan oleh 433 pelaku UMKM dengan total dana sebesar Rp931,88 miliar melalui 16 platform penyelenggara SCF.

OJK telah menerbitkan sembilan regulasi terkait pasar modal hingga Agustus 2023, meliputi harmonisasi kebijakan fiskal nasional, peningkatan tata kelola perusahaan, serta peningkatan pengawasan dan perlindungan investor.

Selama tahun 2023, OJK telah mengeluarkan sejumlah kebijakan untuk meningkatkan kualitas pengawasan, jumlah penawaran umum, produk, instrumen pasar modal, inklusi keuangan, jumlah investor, dan implementasi keuangan berkelanjutan.

Dalam upaya menjaga stabilitas pasar, OJK menerbitkan kebijakan untuk menangani volatilitas dan memberikan perlindungan bagi investor. Juga, dalam mendukung keuangan berkelanjutan, OJK mengatur perdagangan karbon melalui bursa karbon dan sedang menyusun peraturan terkait penerbitan efek bersifat utang dan sukuk berlandaskan keberlanjutan.

Kebijakan ini merupakan langkah konkret OJK dalam mendukung pertumbuhan dan integritas pasar modal serta implementasi keuangan berkelanjutan dan pasar modal syariah di Indonesia. (*** )

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *