Mitos atau Fakta, Donor Darah Bikin Gemuk?

DRADIO.ID – Ada sebagian yang menganggap donordarah bikin badan gemuk. Padahal itu hanya mitos. Simak penjelasan lengkapnya.

Hari Donor Darah Sedunia yang diperingati tiap 14 Juni mengajak masyarakat untuk rutin donor darah. Anda mungkin beranggapan donor darah bikin badan gemuk. Padahal donor darah dan badan gemuk tidak memiliki kaitan apa pun.

“Donor darah tidak akan menaikkan berat badan, tapi malah bisa menyelamatkan nyawa,” ujar Medical Officer Universiti Putra Malaysia Teaching Hospital (HPUPM), Mohamad Izameer Ashraf Mohd Amran, seperti dikutip dari laman UPM.

Seperti dilansir dari laman Florida Department of Health, peneliti di University of California menemukan Anda bisa membakar 650 kalori per pint darah yang disumbangkan.

Akan tetapi, donor darah bukan merupakan suatu metode untuk menurunkan berat badan.

Cara sederhana menurunkan berat badan adalah dengan defisit kalori. Artinya, kalori yang keluar harus lebih banyak ketimbang kalori yang masuk. Oleh karenanya orang sangat membatasi asupan kalori dan memilih sumber nutrisi yang sehat.

Sementara itu, Hari Donor Darah Sedunia juga mengingatkan orang akan pentingnya donor darah. Ada banyak orang dengan kondisi tertentu memerlukan transfusi darah.

Donor darah pun membawa aneka manfaat antara lain, memperlancar sirkulasi darah, menyehatkan jantung, menurunkan tekanan darah, manajemen berat badan dan kesehatan mental yang lebih baik.

Meski punya manfaat kesehatan luar biasa, Anda tidak disarankan donor darah terlalu sering. Dilansir dari San Diego Blood Bank, individu yang sehat bisa donor darah tiap 8 minggu. Kemudian mereka yang berusia 17-18 tahun bisa donor darah tiap 6 bulan.

Jeda waktu terbilang lebih pendek buat orang yang ingin donor trombosit dan plasma. Donor trombosit bisa tiap 2 minggu, sedang plasma tiap 4 minggu.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *