5 Fenomena Astronomi Juni 2022 Ada Bulan Purnama Super.

Ada berbagai fenomena astronomi yang akan terjadi pada Juni 2022 ini. Fenomena tersebut menawarkan pemandangan menarik yang dapat kamu lihat pada sore, malam dan subuh atau pagi hari

1.Parade Langit

Fenomena astronomi yang akan terjadi pada Juni 2022 ada Parade Langit. Momen satu ini bisa terjadi karena langit pada waktu subuh akan dihiasi oleh lima planet, yaitu Merkurius, Venus, Uranus, Mars, Jupiter, dan Saturnus. Hal ini akan menampilkan corak warna yang tampilkan pada waktu subuh.Peristiwa sejajarnya planet secara bersamaaan ini tentu sangat jarang terjadi. Fenomena langkah tersebut hanya akan terjadi pada rentan waktu 18 tahun sekali. Fenomena parade langit dapat kamu saksikan di seluruh wilayah Indonesia mulai dari 4 Juni sampai 19 Juni 2022.

2.Bulan Purnama Super

Fenomena astronomi kedua yang dapat kamu saksikan yaitu bulan purnama super. Mengutip laman LAPAN, fenomena bulan purnama super akan terjadi pada 14 Juni mulai pukul 06.51 malam pada jarak sekitar 357.658 kilometer dan 14 Juli pukul 01.37 pada tengah malam dengan jarak 357.416 Kilometer.Jarak tersebut membuat seolah bumi dan bulan berdekatan dan terlihat sangat besar. Oleh karena itu disebut fenomena bulan purnama super.

3.Fenomena Solstis

Fenomena ketiga pada Juni 2022 akan terjadi kondisi Solstis. Kondisi seperti ini menjadi sebuah tanda musim panas yang akan terjadi di bagian bumi utara, tepatnya pada 21 Juni 2022 nanti pukul 16.13 WIB. Matahari akan berada pada titik musim panas. Oleh sebab itu dinamakan fenomena Solstis.

4.Okultasi Uranus

Fenomena alam keempat yang akan terjadi pada Juni 2022 yaitu Okultasi Uranus. Tepat pada 25 Juni 2022, langit akan menghadapi fenomena Okultasi Uranus di mana kondisi bulan akan menghalangi planet Uranus. Hal tersebut akan membuat warna langit menjadi unik. Fenomena ini terbilang langka karenaa kamu baru bisa melihatnya kembali pada 2030 nanti.

5.Bulan Sabit Termuda

Fenomena kelima yang akan terjadi pada Juni 2022 yaitu Bulan Sabit Termuda atau disebut juga hilal. Fenomena ini akan terjadi tiga minggu lagi atau tepatnya 29 Juni 2022. Munculnya bulan sabit termuda menjadi penentu awal bulan kalender Zulhijjah dalam kalender 1443 Hijriah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.