Soal Bansos, ini kata Dinsos dan Kantor Pos

Jambi – Bantuan sosial(bansos) yang diluncurkan oleh Kementrian Sosial (kemensos) Republik Indonesia dimasa pandemi Covid 19 memang sangat dinantikan, khususnya bagi para penerima. Terlenbib bantuan sosial tunai yang disalurkan ini memang menyaras pada masyarakat kurang mampu berdasarkan data dari pemerintah daerah kabupaten – kota.

Sekretaris Dinas Sosial Pendudukan dan Catatan Sipil Provinsi  Jambi Fadli mengungkapkan, ditahun 2020 kemarin bantuan yang diberikan sangat membantu masyarakat karena terdampak ekonomi yang timbul akibat pandemi. “ meski menurun jumlahnya dari Rp. 600.000 perumah tangga menjadi Rp. 300.000, namun bantuan ini sangat dibutuhkan masyarakat agar kehidupan mereka tetap berjalan”, jelas Padli.

Namun meski begitu, Padli mengungkapkan peran aktif pemerintah daerah dalam melengkapi data penerima bansos sangat diperlukan. Hal ini untuk menghindari adanya penerima bantuan sosial yang tumpang tindih atau tidak tepat sasaran. “ Untuk pendataan ini sebenarnya di pemerintah kabupaten-kota, dimana tahun 2020 lalu setidaknya ada 3 daerah yang tidak menganggarkan untuk perbaikan data penerima’, jelas Padli.

Sementara itu Kepala Kantor Pos Jambi, Agung Kartika Candra menyebutkan ditahun lalu penyaluran bantuan sosial sudah terealisasi 95 persen.  Sedangakan untuk tahun 2021 ini sudah masuk ditahap kedua dengan capaian sudah diatas 90 persen.  “ tahun ini sudah 93 persen penyaluran yang dilakukan sebanyak 2 tahap” , jelasnya.

Dalam penyalurannya pun, menurut Agung,  Kantor Pos menerapkan beberapa opsi penyaluran diantaranya dengan datang langsung atau dengan komunitas. Untuk Komunitas ini merupakan salah satu upaya kantor pos menjangkau dareah yang jauh, sehingga masyarakat yang menerima bisa mengambil bantuan sosial tanpa harus jauh-jauh ke ibu kota kabupaten.

“ kalau komunitas ini misalnya di daerah daerah yang jauh kita tentukan titik terdekat ,  sehingga warga yang menerima bantuan bisa datang langsung kelokasi yang ditentukan, jemput bola lah kita “, pungkas Agung.

, benar-benar bisa dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya sesuai dengan kebutuhan. Hal itu diungkapkan oleh Kasi Data dan Informasi Kemiskinan Dinsos Kabupaten Sukabumi, Roni Ramdansyah, saat menjadi narasumber di acara sosialisasi Bantuan Sosial Tunai (BST),yang dikemas melalui Talk Show di Radio Megaswara 96.0 FM Sukabumi. Jum’at (19/2/2021).

Hadir juga narasumber lainya, Kepala Satuan Tugas BST Kantor Pos Sukabumi, Pajar Maulna, serta Direktur Forum Indonesia untuk Transparansi Anggaran (FITRA) Jawa Barat, Abubakar Ali Hasan ( Bung Amo).

Roni mengatakan, jangan sampai dijadikan pola konsumtif. Artinya, untuk kebutuhan hidup yang memang pada saat pandemi ini terdampak penghasilanya. Seperti, penghasilan ojek dan lain sebaginya.”Nah utuk kebutuhan semacam itulah BST ini diperuntukkan,”terangnya.
Hal serupa juga diungkapkan Kepala Satuan Tugas BST Kantor Pos Sukabumi, Pajar Maulna, menurutnya dengan adanya program BST ini, pihak Kantor Pos berharap, mudah-mudahan apa yang diinginkan pemerintah bisa terlaksana.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *