DIPAKAI UNTUK ASPAL, HARGA KARET NAIK

JAMBI – Kenaikan harga karet di Provinsi Jambi ini disebabkan, karena Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) sudah mulai membeli karet warga. Sehingga masyarakat dapat merasakan kesejateraan.

Agusrizal Kepala Dinas Perkebunan Provinsi Jambi mengatakan, Bahwa Kementerian PUPR akan memproduksi aspal dari bahan karet. PUPR membeli karet masyarakat dengan harga Rp 9.556 per kilogram dengan kadar air 58 persen.  Untuk pembelian Kementrian PUPR telah menganggarkan dana Rp. 10 miliar dari APBN.

 “Karena PU telah memenangkan lelang untuk membeli karet masyarakat yang nantinya akan digunakan menjadi bahan campuran aspal karet,” kata dia, Kamis (10/9). 

Lanjutnya, Kementerian PUPR ini telah membeli karet petani sejak tiga bulan terakhir. Setidaknya dengan program aspal karet, petani karet bisa merasakan imbasnya. Apalagi ditengah pandemi Covid-19 ini membuat perekenomian masyarakat turun.

“Harga yang di beli PU cukup tinggi,  dengan ini bisa membantu masyarakat, dan tak perlu lagi kita memberi bantuan sembako,” tambahnya.

Agus juga mengatakan, bahwa Kementerian membeli karet masyarakat secara langsung dan didampingi oleh Dinas Perkebunan Provinsi Jambi. Untuk yang sudah dilakukan, saat ini PU mendatangi Unit Pengolahan dan Pemasaran Bokar (UPPB) yang ada disetiap daerah.

“Jadi kami langsung mendatangi pasar lelang karet yang ada di Provinsi Jambi, kita turun langsung untuk melihat, supaya tak ada permainan,” sebutnya.

Sementara itu, untuk saat ini terdapat 12 UPPB yang ada di Provinsi Jambi. Salah satunya yakni di Penerokan, Kabupaten Batanghari, Kabupaten Sarolangun dan lain sebagainya. Agus menjelaskan, untuk UPPB ini langsung mengumpulkan karet yang diproduksi oleh masyarakat.

Agus juga berharap, Kementerian PUPR bisa lebih banyak menyerap atau membeli karet masyarakat, sehingga masyarakat bisa terbantu. “Bayangin seandainya semua PUPR yang ada di setiap daerah juga membeli karet masyarakat, tentunya akan berdampak harga karet yang semakin tinggi,” tutupnya.

Sementara itu, untuk saat ini di Provinsi Jambi sendiri, Agus mengatakan bahwa di tingkat UPPB masih sebesar Rp 7.500 perkilogramnya. ini mengalami kenaikan sedikit dari sebelumnya yang hanya sebesar Rp 6000 perkilogramnya. 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *