ASN AKAN DILIBURKAN

Dradio.id, JAMBI – Setelah status Provinsi Jambi menjadi siaga, kini Pemprov Jambi berencana akan meliburkan para ASN, atau mengganti dengan sistim kerja piket. Hal ini bertujuan untuk mencegah wabah penuralan virus corona.

Karo Humas dan Protokol Provinsi Jambi, Johansyah mengatakan, ini dilakukan setelah turunnya surat dari Kemendagri dan Menpan RB. Saat ini Pemprov Jambi masih mengkaji surat tersebut.

Saat ini, pihaknya masih menunggu keputusan gubernur setelah adanya rapat bersama. “Untuk peliburan ASN ini yang masih kita kaji bagaimana teknisnya. Karena kalau sistim online, sarana dan prasarana kita belum memadai,” kata dia, Rabu (18/3).

Johansyah menyebutkan, turunnya surat edaran dari Menpan RB dan Kemendagri tersebut ke Pemprov Jambi pada Selasa (17/3). Dua opsi yang diajukan ke Gubernur Jambi tersebut berdasarkan usulan dari Biro Organisasi Provinsi Jambi. Namun tak menutup kemungkinan bakal ada opsi lainnya.

“Kita lihat nanti, apakah ada opsi lain atau megikuti edaran yang dikirim. Kalau sekarang belum diliburkan. Keputusan menunggu gubernur sampai ke Jambi,” tambahnya.

Jika dilakukan sistim piket, tak menjadi persoalan yang signifikan. “Secara teknis nanti akan kita jelaskan. Tentunya ini sesuai dengan kebutuhan kita,” sebutnya.

Kata Johansyah, jika opsi yang ditawarkan tersebut diberlakukan maka pejabat tetap hadir. Yang diliburkan atau bergantian kehadirannya tersebut yakni staf, tenaga fungsional dan lainnya.

Dengan status ini, pemerintah juga akan membuat sistem pergeseran anggaran. “Mereka bisa melakukan pergeseran anggaran untuk memenuhi alat-alat kebutuhan penanganan corona, seprti baju pelindung dan lain sebagainya,” ungkapnya.

Dengan demikian, pihak rumah sakit dan Dinas Kesehatan Provinsi Jambi melakukan rapat terlebih dahulu. Nantinya, pergeseran anggaran tersebut berdasarkan Organisasi Perangkat Daerah (OPD). “Kalau dana tak terduga itu belum bisa digunakan, kecuali status kita sudah darurat atau Kejadian Luar Biasa (KLB),” tandasnya.

Selain itu, Pemprov Jambi juga menyiapkan lima rumah sakit yang bisa menjadi tempat mengecek Pasien Dalam Pengawasan (PDP) virus corona. Hal ini untuk memudahkan masyarakat melakukan pemeriksaan.

Lima rumah sakit itu yakni, Rumah Sakit Abdul Manap Kota Jambi, Rumah Sakit Daud Arif di Kabupaten Tanjab Barat, kemudian Rumah Sakit Hanafie di Kabupaten Bungo.

Kemudian, Rumah Sakit Hamba di Kabupaten Batanghari dan Rumah Sakit A Thalib di Kerinci. “Kita dirikan ini supaya masyarakat tak panik dan tak perlu jauh-jauh datang ke RSUD Raden Mattaher Jambi,” kata dia. Dengan demikian, RSUD Raden Mattaher Jambi akan digunakan sebagai rumah sakit rujukan.

“Jadi kalau ada yang sudah suspect corona baru dia bisa diisolasi di RSUD ini (Raden Mattaher), karena ruangannya sedikit,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala Dinas kesehatan, Samsiran mengatakan, pergeseran yang dimaksud tersebut nantinya akan menggunakan anggaran penanggulangan bencana untuk penanganan kasus corona.

“Kalau pakai Dana Alokasi Khusus (DAK) belum ada kepastian dari pusat, karena masih digodok di sana,” sebutnya. 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *