TINJAU PROYEK, MAULANA: KALAU TIDAK SESUAI DITEGUR

Dradio.id, JAMBI – Beberapa hasil pekerjaan fisik yang menggunakan anggaran tahun 2019, kembali ditinjau Wakil Wali Kota Jambi, Maulana, Selasa (7/1). Di antaranya adalah pembangunan jalan dan tempat parkir yang berada di kawasan Taman Jaksa Kota Jambi.

Dari sejumlah pekerjaan yang ditinjau diakuinya sudah sesuai dengan proporsi anggaran yang digelontorkan. “Secara umum semua pekerjaan, proporsi anggaran dengan yang dihasilkan sudah sesuai dengan kondisi,” kata dia, usai melakukan peninjauan beberapa pekerjaan yang dibangun Pemkot Jambi.

Maulana menyebutkan, secara umum pekerjaan fisik 2019 sudah dilakukan evaluasi. Realisasi anggaran untuk fisik PUPR mencapai 96 persen. Sisa 4 persen adalah penghematan dari sisa tender.

“Jadi semua pekerjaan terlaksana. 4 persen efisiensi dan selisih anggaran dari tender,” imbuhnya. Untuk kualitas sebut Maulana, sudah ada pengawas yang dipercaya bisa menjalankan tugas dan fungsinya dibidang tersebut.

“Kami percayakan sepenuhnya pada konsultan pengawas yang sudah ditunjuk sesusai keahliannya. Kami harap mereka mengecek secara betul sesuai teknisnya. Kalau ada yang tidak seusai agar ditegur, kalau sudah sesuai bisa serah terima,” ungkapnya.

Kata dia, dari peninjuan yang dilakukan pihaknya, juga untuk melakukan koordinasi antar instansi untuk pembangunan. Seperti Taman Jaksa, jalan dan parkirnya sudah bagus. Tapi harus ada tambahan tong sampah dan lainnya sehingga butuh koordinasi antar OPD.

“Supaya penyelesaian titik ini bisa sempurna, jalan bagus tempat sampah juga bagus. Kita juga minta masyarakat menjaga apa yang sudah dibuat pemerintah,” ujarnya.

Sementara Kadis PUPR Kota Jambi, Fatri Suandri mengatakan, pada anggran 2019 memang sudah terserap 96 persen dari jumlah anggaran fisik Rp 188 miliar. “4 persen sisanya memang penghematan dari sisa tender,” kata Fatri.

Secara teknis sebut Fatri, fisik yang sudah dibangun tentu memiliki kelemahan, di antaranya masalah waktu pekerjaan yang mendesak sehingga rekanan bekerja seperti tergopo-gopo. “Tapi tetap kami tekankan, teknis harus dipenuhi,” katanya.

Yang menjadi catatan kata Fatri, memang pekerjaan saat musim hujan dengan waktu yang terbatas. “Maka untuk tahun berikutnya kita antisipasi hal demikian. Sebab pada 2019 ini memang pekerjaan dipaksakan oleh rekanan siang malam,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *