BUKA BUKAAN UANG KETOK PALU, APIF : SUDAH JADI KEBIASAAN

Kusnindar, anggota DPRD Provinsi Jambi periode 2014-2019, turut
dihadirkan sebagai saksi. Di hadapan majelis hakim, Kusnindar mengatakan ikut mendistribusikan
uang ketok palu kepada anggota dewan, karena diminta tolong oleh Muhammad
Imanuddin alias Iim.

“Ada juga yang ngasih. Kadang saya pakai uang saya dulu.
Setelah itu saya laporkan kepada Iim, ya itu kadang jatah saya jadi
kurang,” kata Kusnindar.

Bahkan Kusnindar mengatakan gara-gara uang ketok palu tersebut
dirinya tak bisa ke kantor. Setiap ke kantor dirinya selalu ditagih oleh
rekan-rekannya di kantor DPRD. “Bahkan saya sempat tidak berani ke kantor
karena terus ditagih. Ini nanya mana untuk saya. Kalau belum ada ya saya bilang
belum ada, dan memang belum ada,” ungkapnya.

Kusnindar mengaku telah mengantarkan semua uang yang telah
disiapkan untuk anggota dewan yang ada saat itu. “Sudah saya antar semua,
memang bukan sekali antar, melaikan dibagi dua tahap, dengan masing-masing
tahap sebesar Rp 100 juta, jadi uang itu sudah sesuai kesepakatan,” tandasnya.

Sumber : jambi independent

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *