BUKA BUKAAN UANG KETOK PALU, APIF : SUDAH JADI KEBIASAAN

Sumber uang ketok palu pun hampir sama, yakni rekanan atau
kontraktor yang bisa mendapatkan proyek di lingkungan Pemerintah Provinsi
(Pemprov) Jambi. Ada belasan nama rekanan pemprov yang ikut andil memberikan
sumbangan uang ketok palu untuk kalangan dewan waktu itu.

Selanjutnya Iskandar, salah seorang penuntut KPK membacakan
nama-nama para rekanan sumber uang ketok palu 2017, Jeo Fandy Yoesman alias
Asiang sebesar Rp 1,5 miliar, Hardono alias Aliang sebesar  Rp 1 miliar;
Kendry Ariyon alias Akeng sebesar Rp 500 juta; Rudy Lidra Rp 500 juta.

Selanjutnya, Ismail alias Mael Rp 500 juta; Andi Putra Wijaya
alias Andi Kerinci Rp 1,1 miliar. Chandra Ong alias Abeng Rp 300 juta; Musa
Effendi Rp 300 juta, Rebby Rp 200 juta; Rahmat dan Toto sejumlah Rp 250 juta;
Handi Nicko Rp 250 juta.

Kemudian Agus Rubiyanto alias Agus Triman (Ketua DPRD Tebo) Rp 500
juta; Yosan Tonius alias Atong Rp 1 miliar. Edi Tebing Rp 200 juta; Iim
sejumlah Rp 500 juta. “Beberapa orang saya yang minta dan beberapa lagi
Imanuddin,” kata Apif.

Sebelum pengesahan RAPBD TA 2017, sekitar bulan November 2016,
Apif menemui pimpinan DPRD. Dalam pertemuan itu disepakati besaran uang ketok
palu untuk masing-masing Anggota DPRD adalah Rp200 juta. Penyerahannya akan
dilakukan secara bertahap mulai Januari 2017.

Sedangkan besaran untuk pimpinan, Cornelis Buston sejumlah Rp 1
miliar, Abdulrahman Ismail Syahbandar Rp600 juta, Chumaidi Zaidi Rp650 juta.
Sedangkan Zoerman Manap disepakati akan meminta langsung kepada Endria selaku
kontraktor yang dipercayainya.

Halaman selanjutnya
“ Cornelis : uang itu belum sampai”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *