DITERTIBKAN, PKL : TOLONG JANGAN ANGKAT PAK.

Dradio.id, JAMBI – Mendadak, suasana di lokasi Tanggo Rajo, Kecamatan Pasar, atau tepatnya di kawasan Jembatan Gentala Arasy menjadi ramai, Kamis (21/11) pagi. Bukan tanpa sebab, belasan Pedagang Kaki Lima (PKL) berduyun-duyun berusaha menyelamatkan gerobak dagangan mereka, dari penertiban yang dilakukan Satpol PP Kota Jambi.

Bahkan, seorang PKL terlihat memohon kepada petugas agar jangan
mengangkut gerobak dagangan rekannya. Ia beralasan, meminta menunggu rekannya
datang terlebih dahulu. “Pak tolong lah jangan diangkat. Itu yang punya lagi di
jalan. Aduh mana si wak nih lamo nian oi.
Cepat lah telponin dulu,” sebut seorang ibu, sembari meminta kepada rekannya
agar menghubungi pemilik gerobak nasi goreng tersebut.

Tanya hanya itu, bahkan dari kejauhan beberapa PKL terlihat sibuk
dan terburu-buru segera memindahkan gerobak, meja maupun atribut jualan mereka.
Ini agar tak menjadi sasaran petugas. Sontak saja, keramaian ini sempat membuat
macet jalanan di kawasan Tanggo Rajo.

Akhirnya, gerobak tersebut tak jadi diangkut. Selain dikarenakan
mobil petugas yang sudah tak muat, pihak Satpol PP Kota Jambi hanya memberi
imbauan dan peringatan. Penertiban yang dilakukan oleh mereka, bukan lah tanpa
sebab. Kabid Tantrib Satpol PP Kota Jambi, Fajri menyebutkan, selama ini
pihaknya kerap menerima adua dan laporan dari masyarakat yang merasa hak
pejalan kaki diambil oleh para PKL.

“Jadi ibu dan bapak, kami di sini bukan asal angkat. Kami sudah
berkoordinasi baik dengan pihak kecamatan, Babinsa maupun Bhabinkamtibams
Kecamatan Pasar. Sebab, gerobak ibu bapak ini berada di atas trotoar, dan ini menggangu
pejalan kaki,” jelas Fajri, di hadapan belasan PKL.

Tak hanya itu, bahkan Fajri juga menyinggung adanya penempatan
gerobak para PKL yang dinggap semrawut di pinggiran kawasan Tanggo Rajo. Ia
meminta agar sedianya, geroba-gerobak tersebut dibawa pulang ke rumah. “Selain
itu lihat lah, gerobak bapak ibu semrawut. Ini kita harapkan dibawa pulang,
atau kalau memang di rumah tidak ada tempatnya. Silakan berkoordinasi dengan
pihak kelurahan maupun kecamatan, di mana akan diletakkan gerobaknya. Jadi tidak
asal taruh. Ini mengganggu keindahan,” tambah Fajri.

Lanjutnya, jika di waktu mendatang pihaknya masih melihat gerobak
para PKL masih semrawut dan berada di atas trotoar, pihaknya tak akan
segan-segan mengangkut dan memusnahkannya. “Jadi ini sudah kita kasih tahu ya.
Kita harap besok-besok tidak ada lagi, jika ada maka akan kita angkut.
Diharapkan pengertian dari bapak ibu,” imbau Fajri.

Sebagaimana diketahui, total ada 14 gerobak yang diangkut oleh Satpol PP Kota Jambi, pada Kamis (21/11) kemarin. Gerobak-gerobak tersebut berada di atas trotoar dan di atas drainase di kawasan Ramayana hingga kawasan Tanggo Rajo. “Ya seperti kita ketahui, PKL dilarang berjualan di atas trotoar atau drainase. Terkait adanya pro kontra, kami tetap menegakkan peraturan,” pungkasnya.

sumber : jambi independent

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *