PENYELUNDUP LOBSTER MENGAKU DIBAYAR 3 JUTA

Dradio.id, JAMBI – Enam orang pria diamankan Direktorat Kriminal Khusus (Krimsus) Polda Jambi yang hendak menyeludupkan puluhan ribu benih lobster ke TanJab Timur, Sabtu (9/11) sekira pukul 23.30. mereka adalah, Andi Fahrizal selaku pemilik rumah yang di jadikan tempat penampungan baby lobster; Mustakim seorang driver; Mohammad Lani, Rudi Suwandi, Guntur, Maksudin yang berperan sebagai pengemas barang.

Mereka diamankan petugas di Jalan Sultan Hasanudin, Kelurahan Talang Bakung, Kecamatan Jambi Selatan saat sedang bekerja mengolah benih lobster.

Setidaknya terdapat 51 ribu benih lobster jenis pasir dan 673 benih lobster jenis mutiara  berasal dari Lampung yang siap dijual ke Vietnam melalui jalur darat. Sayangnya, aksi mereka tercium oleh petugas setelah mendapat laporan dari masyarakat.

Mendapat laporan tersebut, petugas langsung melakukan penyelidikan. Tak lama petugas menemukan sebuah mobil Toyota Innova dengan plat BH 1714 MI warna putih yang beriringan dengan satu unit mobil Kijang LGX dengan plat BH 1636 MM yang dicurigai menuju ke Jambi dengan membawa benih lobster.

“Ini kita ikuti dari Lampung hingga ke TKP,” kata Kombes Pol Thein Tabero selaku Dirreskrimsus Polda Jambi, Senin (11/11).

setelah diikuti, ternyata mobil tersebut menuju ke salah satu rumah yang berada di Jalan Sultan Hasanudin, Kelurahan Talang Bakung, Kecamatan Jambi Selatan. Kemudian petugas langsung melakukan penggerbekan dan penangkapan pada enam orang tersangka yang berada di dalam rumah tersebut. “Mereka kita amankan di lokasi saat beraktivitas,” tambahnya.

Kemudian, benih lobster tersebut langsung dibawa ke Mapolda Jambi bersama enam orang tersangka guna dilakukan pemeriksaan lebih lanjut. Dari hasil pemeriksaan sementara, pengakuan para tersangka ada yang telah melakukan lebih dari dua kali dan ada juga yang mengaku baru sekali.

“Pelaku melakukan ini selalu berpindah-pindah, mereka juga dibayar Rp 1 juta ada juga yang Rp 3 juta,” sebut Thein Tabero.

Saat ini pihaknya juga akan melakukan pengembangan untuk mengamankan para tersangka lainnya. Atas perbuatannya, eman orang tersangka harus merasakan dinginnya sel tahanan Polda jambi karena telah melanggar pasal 31 ayat 1 jo pasal 6 jo pasal 7 jo pasal 9 UU RI nomor 16 tahun 1992 tentang karantina ikan.

“Mereka kita ancam 8 tahun penjara dengan denda Rp 15 miliar. Karena membuat kerugian paeda negara sekira Rp 7,7 Miliar,” tandasnya.

sumber : jambi independent

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *