INI HARUSNYA PLAT MERAH, BUKAN HITAM

Dradio.id, JAMBI – “Ini plat merah pak, kenapa diganti plat hitam,” kata petugas Ditlantas Polda Jambi, saat menggelar Operasi Zebra di Jalan Jenderal Sudirman, Kelurahan Tambak Sari, Kecamatan Jambi Selatan. Razia sendiri digelar di depan Mapolda Jambi, Jumat (1/11) sekira pukul 16.00.

Awalnya, polantas memberhentikan satu unit mobil Pajero Sport warna hitam BH 303. Setelah itu, petugas meminta sang sopir yang bernama Arie Saputra, menunjukkan STNK kendaraan dan SIM. Saat itu, dia bersama seorang wanita.

Setelah diperiksa, rupanya plat mobil tersebut harusnya merah. “Ini plat merah pak, kenapa di ganti dengan plat hitam,” kata salah satu petugas kepada Arie.

Panik, Arie langsung menelpon seseorang. Tetap saja, dia diminta menandatangani surat tilang. Awalnya dia mencoba mengelak dengan mencoba kembali menelepon seseorang. “Yang punya lagi kerja di luar kota buk,” kilahnya.

Karena melanggar aturan, petugas tetap tegas memberi surat tilang. “Kalau merah tetap merah mas, jangan ditempel (plat hitam),” sebut polisi. Arie yang saat itu mengenakan kaos hitam dengan celana pendek warna abu-abu itu mengatakan, plat asli berwarna merah ada di dalam mobil.

Dia pun bergegas mengganti plat hitam dengan plat merah BH 5 S. Penelusuran Jambi Independent di laman Samsat Jambi, BH 5 S milik Pemkab Sarolangun. Tapi seharusnya, mobilnya adalah Fortuner warna hitam metalik. Sementara mobil yang dikendarai Arie adalah Pajero Sport.

Petugas lagi-lagi memeriksa STNK. Dari situ, rupanya nomor yang dipasang Arie beda dengan nopol yang tertera di STNK. Seharusnya, nopol mobil itu BH 1221 SZ. Curiga, polisi pun menahan mobil tersebut. “Ini pajaknya juga mati di tahun 2018, jadi mobilnya kita tahan pak ya,” ungkap petugas sembari memberikan surat tilang.

Tanpa banyak protes, Arie dan wanita bersamanya itu hanya menerima surat tersebut, lalu pergi berjalan kaki meninggalkan Polda Jambi.

Terpisah, Kabid Aset BPKAD Sarolangun, Idham Cholik, saat dikonfirmasi membenarkan jika mobil dengan nomor polisi BH 5 SZ merupakan salah satu aset Pemkab Sarolangun yang dipinjamkan kepada Pengadilan Negeri Sarolangun. “Mobil Ketua PN Sarolangun. Platnya BH 5 SZ,” singkatnya.

Terkait posisi pajak yang sudah mati sejak 2018, kata dia, pembayaran pajak dikembalikan ke instansi pengelola masing-masing.

Pantauan di lapangan, di jalur ramai tersebut, berbagai jenis kendaraan distop dan diperiksa kelengkapan kendaraannya. Tak hanya plat hitam, kendraan plat merah pun ikut diperiksa.

Petugas juga menilang satu unit mobil Daihatsu Luxio bertuliskan Ambulance, dengan menggunakan sirine. Setelah dicek, ternyata mobil tersebut menggunakan STNK mini bus. Terpaksa polisi memberi surat tilang.

Kasigar Subditgakum Ditlantas Polda Jambi, Kompol Sunardi mengatakan, dalam operasi zebra tersebut setidaknya ada 55 surat tilang yang dilayangkan kepada pengendara. Saat itu, pihaknya masih melakukan rekap untuk jumlah kendaraan yang di amankan petugas.

“Tadi ada juga mobil plat merah yang kita amankan karena ditempel dengan plat hitam,” kata dia. Lanjutnya, tindakan tegas dilakukan oleh petugas dengan tilang kendaraan. “Mobilnya kita amankan karena pajaknya mati dan telah melanggar aturan,” tambahnya. Dia juga berharap agar pengendara selalu tertib dalam menggunakan lalu lintas di jalan raya. Hal ini juga bertujuan untuk menekan angka kecelakaan.

sumber : jambi independent

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *