71 KASUS GIZI BURUK, 2 ORANG MENINGGAL DUNIA

Dradio.id, JAMBI – Malnutrisi atau sering disebut dengan gizi buruk yang dipicu oleh ketidakseimbangan asupan makanan, menjadi pekerjaan rumah bagi Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Jambi. Pasalnya beberapa tahun terakhir, kasus tersebut masih terbilang tinggi.

“Sedangkan untuk tahun 2019, sampai Agustus kemarin itu terdapat 71 kasus gizi buruk. Ini masih tinggi, karena laporan di bulan September Oktober belum sepenuhnya masuk,” ujarnya, Kamis (31/10).

Helfiyan menjelaskan bahwa yang paling banyak menderita gizi buruk terdapat di Kabupaten Muarojambi yaitu 21 kasus. Kemudian Tebo sebanyak 19 kasus, Sarolangun dengan 7 kasus, Kerinci 3 kasus, Merangin 4 kasus, Batanghari 4 kasus, Tanjab Timur 5 kasus, Tanjab Barat 1 kasus, Bungo 3 kasus dan Kota Jambi 4 kasus.

“Selain menderita gizi buruk, rata-rata penyakit lainnya terlebih pada tahun 2018 adalah Hidrosepalus, TB paru, diare, serta berat badan lahir rendah. Ada pula cacat bawaan dan juga sesak nafas,” tuturnya. Menurut Helfiyan, ideal berat badan pada anak usia 1 tahun adalah minimal 8 Kg.

“Anak dikatakan sehat jika berat badannya normal sesuai dengan umurnya. Ini dihitung berdasarkan tabel juga rumus. Kasus gizi buruk ini sesuai interpensi program perbaikan gizi masyarakat yang ada di Dinkes banyak diderita oleh anak usia 0-5 tahun, dengan kurangnya asupan nutrisi makanan. Kemudian ditambah daya tahan tubuh lemah serta terjadi infeksi antara batuk dan diare,” ujarnya.

Sedangkan untuk data yang meninggal disebabkan kasus gizi buruk tersebut, Helfiyan menyebut berjumlah empat orang di tahun 2017 dan enam orang di tahun 2018. “Sementara untuk 2019 sebanyak dua orang,” katanya. Sehingga, disampaikan Helfiyan, harus adanya sinergisitas semua pihak dalam penanganan kasus ini.

“Harusnya mengenai intervensi pertama kali, banyak dilakukan di tingkat bawah terlebih dahulu. Dengan rutin melakukan penimbangan setiap bulannya pada anak di posyandu. Selain itu, pemberian ASI ekslusif sangat penting sekali sebagai bagian upaya pencegahan, disertai konsumsi makanan bernutrisi,” tandasnya.

sumber : jambi independent

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *