WADUH, SPBU INI DIKUASAI PELANGSIR

Dradio.id, MERANGIN – Sering terlihat antrean panjang di SPBU Kabupaten Merangin. Akibatnya para pengisi BBM umum mengeluh. Ini demi mendapatkan Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi jenis solar dan premium.

Terjadinya antrean panjang ini, diduga adanya mobil dan motor tangki siluman. Oknum tersebut sengaja mengisi BBM berulang-ulang. Sementara, diduga tangki kendaran tersebut sengaja dirombak untuk mendapatkan BBM lebih banyak. Malahan dalam sekali mengisi, mencapai 6 jeriken.

Maraknya tangki modif ini, sangat mengganggu aktifitas pengguna transportasi umum. “Tangki rombakan tersebut bukan dilakukan oleh kendaraan roda empat. Ada juga roda dua. Kalau dilihat sekali langsir mencapai tiga jeriken,” ujar Alim, salah satu warga yang mengeluhkan dengan keberadaan kendaraan tangki rombakan, saat dibincangi Minggu (20/10).

Dirinya berharap pihak terkait untuk dapat menertibkan kendaraan-kendaraan yang melangsir di SPBU. Terutama kendaraan yang mengunakan tangki siluman tersebut. “Kita bukan melarang untuk mencari rezeki tapi pikir juga orang yang mau isi BBM. Kalau pelangsir itu sekali isi mencapai enam galon yang berukuran 35 liter itu jenis mobil panther, hampir seluruh SPBU di Merangin ini dipenuhi pelangsir,” ungkapnya. 

Tidak jauh berbeda juga diungkapkan Munde salah satu sopir truk yang mengantri di salah satu SPBU di Merangin yang sempat dibincangi Bangko Independent. Dia mengakui, sebagai sopir dirinya tidak memasalahkan panjangnya antrian di SPBU. Namun dia sangat menyayangkan panjangnya antrian di sejumlah SPBU. Antrian bukan dikarenakan kendaraan yang hanya sekedar memerlukan BBM, tetapi dikarenakan mobil pelangsir.

“Kita tidak masalah kalau melangsir mengunakan tangki standar ini mengunakan tengki rombakan buat macet. Sekali isi sampai satu juta. Kami kalau mau dapat minyak kami terpaksa antri dari subuh sudah memarkirkan mobil di SPBU. Kita harap pihak terkiat dapat menertipkan pelangsir yang mengunakan tangki siluman,” cetusnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *