PERAMPOK NGAKU-NGAKU JADI POLISI

Dradio.id, MUARA BULIAN – Kawanan rampok bersenjata yang berasal dari luar Provinsi Jambi, tak berkutik ketika diamankan oleh tim buser Batanghari dan Polsek Batin XXIV, Jumat (11/10) kemarin. Mereka terpaksa diamankan setelah melakukan perampikan terhadap toke getah pada Kamis (10/10) kemarin, di kawasan Desa Koto Boyo, Kecamatan Batin XXIV.

Adapun identitas para pelaku yakni, Ari Anggara (32) warga Desa Rantau Gadang, Kecamatan Karang Dapo; Supriyanto (34) warga RT 3, Desa Sungai Baung Kecamatan Musirawas; Maulidi (42) warga Desa Pantai Kecamatan Rupit, Kabupaten Mura Tara, Provinsi Sumatera Selatan dan Rahman Pendi (46) warga Desa Bukit Senang, Kecamatan Karimun, Kabupaten Tanjung Balai Karimun, Provinsi Kepulauan Riau.

Penangkapan kawanan rampok ini turut dibenarkan oleh Kapolres Batanghari, AKBP Mohamad Santoso. Ia mengatakan, penangkapan kawanan rampok ini tak kurang dari 24 jam. “Mereka diamankan di lokasi berbeda pada Jumat kemarin,” ujar AKBP Mohamad Santoso, Sabtu (12/10).

Lanjutnya, penangkapan kawanan rampok ini juga berkat kerja sama lintas kabupaten yaitu bantuan dari Polsek Pauh Sarolangun. Awal penangkapan berdasarkan laporan korban Darmiono atas kejadian perampokan yang menimpanya pada Kamis (10/10) siang. Lalu, dari laporan tersebut ditindak lanjuti pada Jumat (11/10). Sekira pukul 07.00, anggota Polsek Bathin XXIV mendapat laporan dari masyarakat bahwa ada orang yang mencurigakan menyetop mobil di Jalan Lintas Muara Tembesi – Sarolangun. Tepatnya di KM 30 Jerambah Ruap, Kelurahan Durian Luncuk, Kecamatan Batin XXIV.

Dari laporan tersebut kemudian anggota melakukan penyelidikan dengan meluncur ke lokasi. Di lokasi, didapati dua orang dicurigai sebagai pelaku perampokan. Kedua pelaku tersebut menaiki mobil truk jenis Isuzu warna putih dengan muatan ekspedisi. 

Anggota Polsek Bathin XXIV dan Kanit Buser Polres Batanghari yang dipimpin oleh Kapolsek Batin XXIV melakukan pengejaran dan menghubungi Polsek Pauh Polres Sarolangun untuk meminta bantuan pertolongan penyetopan truk yang dinaiki oleh kedua pelaku. Setibanya di Mapolsek Pauh, truk yang dinaiki oleh pelaku Maulidi dan Supriyanto pun disetop sekira pukul 08.30.

“Mereka langsung diamankan saat itu juga,” tambah Santoso.

Tak sampai di situ, kemudian keduanya diinterogasi. Ternyata masih ada dua orang rekannya lagi dalam komplotan mereka. Dari keterangan kedua pelaku lalu dilakukan pengembangan. Dua pelaku lagi ditangkap di wilayah Desa Mandiangin Pasar, Kecamatan Mandiangin.

“Keempat pelaku langsung digiring ke Mapolsek Bathin XXIV untuk diinterogasi lebih lanjut,” katanya. Lebih lanjut dijelaskan oleh Santoso, masing-masing dari para pelaku ini memiliki peran tersendiri. 

“Ari Anggara sebagai sopir, Supriyanto selaku pemandu, Rahman dan Maulidi sebagai eksekutor yang mengaku sebagai buser Polres Batanghari,” katanya.

Dari tangan para pelaku, selain senjata api juga diamankan senjata tajam jenis pisau. Lalu uang tunai Rp 7 juta, HP dan kaos polisi warna cokelat berlogo Sumatera Selatan. “Pelaku melancarkan aksinya degan berpura-pura sedang mengadakan razia narkoba. Mereka mengaku Polisi dari anggota Polres Bulian Batanghari mau razia narkoba dan korban pun di suruh keluar dari mobil pelaku dan menedang korban hinga korban terjatuh, lalu korban berlari meminta pertolongan ke warga setempat,” timpal Santoso.

Sementara satu di antara pelaku yaitu Ari Anggara mengaku menyesal atas perbuatannya tersebut. Awalnya aksi tersebut tidak diketahui olehnya. “Saya hanya menyopir saja. Mereka yang mengajak, awalnya sempat saya tolak tapi mau tidak mau jadi ikut,” kata Ari kepada wartawan.

Ari juga menjelaskan, awalnya mereka berempat ingin pergi ke Kuala Tungkal. Hanya saja di perjalanan berubah tujuan. “Ini baru pertama kalinya. Dak terpikir nian awalnya mau merampok ni,” sebutnya.

Keempat pelaku masih diperiksa lebih lanjut oleh penyidik atas keterlibatannya. Dan mereka dijerat pasal 365 KUHP tentang pencurian disertai kekerasan. Ancaman hukuman di atas 5 tahun penjara.

sumber : jambi independent

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *