LISTRIK KONI MERANGIN DI PUTUS

BANGKO – Stadion Bumi Masurai Merangin yang terletak di Desa Langling Kecamatan Bangko, atau lebih dikenal dengan lapangan KONI baru itu terkesan tak terurus. Stadion yang juga digadang-gadangkan bisa dijadikan home base club nasional, kini tak punya aliran listrik.

Informasi yang didapat, jaringan listrik di Koni itu telah diputus oleh pihak PLN ULP Bangko. Sebab sudah menunggak selama kurang lebih delapan bulan. Selain tidak ada lagi jaringan listrik, ternyata beberapa fasilitasnya pun sudah mulai rusak.

Hal ini seperti disampaikan bagian Sekretariat KONI Merangin, Mukhtar Alif. Dia mengatakan, semenjak bangunan KONI yang lama dibongkar dan mereka pindah ke bangunan KONI baru tersebut, aliran listriknya sudah diputus.

“Semenjak kami pindah sekretariat ke bangunan KONI baru ini beberapa pekan lalu, memang aliran listrik sudah diputus oleh pihak PLN. Kabarnya menunggak, tetapi tidak tahu berapa banyak tunggakannya,” ujarnya.

Sementara itu, pihak PLN ULP Bangko yang dikonfirmasi membenarkan bahwa pihaknya telah membongkar rampung sambungan listrik ke instalasi bangunan Stadion Bumi Masurai, atau KONI baru di Langling tersebut.

“Tunggakannya sebesar Rp. 7.827.672. Itu dari bulan Februari hingga September 2019, maka dari itu pihak kami terpaksa membongkar langsung (Kwh Listrik) di KONI,” ujar Sadli, mewakili Manager PLN ULP Bangko, Dedy Yusmana.

Terpisah, Kepala Dinas Pariwisata Pemuda dan Olah Raga (Disparpora) Merangin, Sukoso melalui Kepala Bidang Olah Raga, Zulkifli mengatakan, pihaknya belum mengetahui informasi pemutusan jaringan listrik tersebut. Sebab aset gedung KONI belum diserahkan terimakan kepada pihak Disparpora Merangin.

“Belum tau kalau diputuskan. Karena aset tersebut belum pernah diserah terima kepada kami, kalau tidak salah masih di PUPR Bidang Cipta Karya,” tegasnya.

Terkait dengan tunggakan listrik di KONI tersebut, mendapat tanggapan dari ketua Fraksi Golkar DPRD Kabupaten Merangin, Suardi. Ia cukup menyayangkan kejadian tunggakan tersebut, apalagi angkanya mencapai Rp 7.827.672.

“OPD terkait harus selesaikan persoalan ini. Jangan publik sampai menilai hal ini bupati juga yang disalahkan, sebab ini kerjaannya dinas,” kata Suardi didampingi sekretaris Fraksi Mulyadi.

Senada dengan itu, Mulyadi juga menambahkan terkait hal ini ia akan segera memanggil OPD yang mengelola aset Merangin ini, agar tunggakan ini segera diselesaikan.

“Pertanyaan kita mengapa sampai menunggak selama ini? Kita minta ini segera dibayar. Dan kita akan segera memanggil dinas terkait,” tegasnya.

sumber : jambi independent

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *