OPERATOR ALAT BERAT ANCAM WARTAWAN

BANGKO – Pemerintah dan penegak hukum diminta serius memberantas aktifitas Penambang Emas Tanpa Izin (PETI), seperti di Desa Seling, Kecamatan Tabir.

Oknum yang diduga pelaku PETI semakin berani. Diduga tidak terima diberitakan, sehingga sampai mengamcam salah satu wartawan.

Peristiwa tidak menyenangkan tersebut dialami salah satu wartawan media online di Merangin, Yasdi, Jumat (27/9). Informasi yang didapat, Yasdi diancam saat hendak ke sungai untuk mandi. “Sewaktu saya hendak mandi di sungai sekira pukul 12.15 wib, saya dipanggil operator alat berat agar segera mendatanginya. Namun saya tanya kembali, ada apa? pelaku menjawab ada runding ke sikolah (sini, red) dulu,” ujar Yasdi menirukan logat pelaku.

Meskipun pelaku PETI ngotot mengajak dirinya berbicara, Yasdi tidak langsung mengamininya. Mereka hanya berbincang dari kejauhan. Diduga Karena permintaanya tidak dituruti, pelaku langsung berbicara dengan nada tinggi. “Kesikolah kawan dulu,” ujar pelaku. Lalu dijawab oleh Yasdi. “Maaf bang aku mau Salat Jumat, nanti sesudah Salat Jumat, sebentar,” sambung Yasdi.

Karena Yasdi tidak juga mendatangi pelaku, lantas pelaku dari seberang sungai tepatnya lokasi aktifitas PETI berkata dengan nada tinggi dan berupa ancaman.

“Ngapo foto-foto, jangan sombong pangkat kawan wartawan, aku tunggu disimpang Seling awas kau!” katanya.

Sebelumnya, meski Pemerintah Merangin sedang menggalakkan pemberantasan Penambang Emas Tanpa Izin (PETI), namun hingga masih ada aktifitas PETI yang beroperasi. Seperti di Desa Seling Kecamatan Tabir.  PETI beroperasi bebas disepanjang aliran sungai setempat. Aktifitas PETI di desa ini diduga berkedok galian C, meresahkan masyarakat.

Nasir mengatakan, aktifitas PETI yang juga berkedok Galian C, sangat meresahkan warga. “Mengapa dibiarkan beroperasi, jangan sampai merusak lingkungan disungai ini,” katanya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *