ASIANG BAKAL SIDANG DI JAMBI

Dradio.id, JAMBI – Lima orang tim Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), menyambangi Lapas Klas II A Jambi dan Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jambi, Rabu (25/9). Mereka datang membawa seorang tahanan kasus dugaan korupsi suap ketok palu APBD Provinsi Jambi tahun anggaran 2018. Tersangka adalah Joe Fandy Aritonang alias Asiang.

Asiang dikenal sebagai kontraktor besar di Provinsi Jambi. Dia terjerat sebagai pemberi suap kasus dugaan korupsi uang ketok palu pengesahan APBD Provinsi Jambi tersebut. Sedikitnya lima orang tim KPK yang datang dengan membawa koper yang berisi berkas perkara Asiang. Perkara ini juga menjerat mantan Gubernur Jambi, Zumi Zola.

Asiang dan jaksa KPK tiba di Bandara Sultan Thaha Jambi sekitar pukul 12.00, dengan menggunakan pesawat Citylink. Tim jaksa KPK dikawal oleh tim intelejen Kejaksaan Tinggi Jambi. Selanjutnya pukul 12.15 Asiang langsung dibawa ke Lembaga Pemasyarakatan Klas II A Jambi untuk registrasi pemindahan tahanan dari KPK ke Lapas.

Baru sekitar pukul 13.45 penyerahan Asiang di Lapas Klas IIA Jambi, tim KPK dan Tim Intelijen Kejati Jambi lanjut ke Pengadilan Tipikor untuk pelimpahan perkara tersangka Joe Fandy Yoesman alias Asiang.

Jaksa KPK, Iskandar, mengatakan pihaknya melimpahkan tersangka Asiang untuk mempermudah proses persidangan dan pengungkapan kasus RAPBD 2018 itu. “Ya, hari ini (kemarin, red) satu. Nantinya akan disidangkan di Jambi,” ujarnya.

Asiang didakwa dengan Pasal 5 ayat 1 huruf a atau b jo Pasal 13 Undang-Undang No 31 tahun 1999 tentang tindak pidana pemberantasan korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang No 20 tahun 2001 tentang perubahan atas UU No 31 tahun 1999 tentang tindak pidana pemberantasan korupsi.

Tersangka akan disidangkan secara terpisah dengan tersangka lainnya, karena para tersangka memiliki peran yang berbeda. “Perkara Joe Fandy disidangkan terlebih dahulu sebagai pemberi suap, ini berkaitan dengan perkara sebelumnya. Sedangkan terangka lainnya, sebagai penerima suap. Saat ini penahanan dititipkan di Lapas Jambi,” kata Iskandar.

Berkas perkara Asiang masih berkaitan dengan terpidana yang terdahulu seperti, Erwan Malik, Supriono, Arfan, Saipuddin dan mantan Gubernur Jambi Zumi Zola.

Untuk ke depannya penyidik KPK akan menuntaskan rangkaian suap uang ketok palu RAPBD 2018, dengan melimpahkan tersangka lainnya yakni Muhammadiyah, Efendi Hatta, Zainal Abidin Elhelwi, Gusrizal, dan Supardi Nurzain. Untuk beberapa hari ke depan, pihak Pengadilan Tipikor Jambi akam menentukan siap saja majelis hakim yang akan mengawal persidangan nantinya.

Sementara itu, Kalapas Klas IIA Jambi, Yusran Saad mengatakan, tersangka kasus suap RAPBD Jambi 2018 itu tiba di lapas klas IIA Jambi sekira pukul 14.00, sebelum diperiksa terlebih dahulu oleh petugas jaga.

Tiba di Lapas, Asiang menggunakan rompi tersangka KPK yang berwarna orange yang diantarkan oleh satu orang dari pihak KPK dan satu orang dari Kejati Jambi. “Di Blok E1 Blok Tipikor, bersama-sama dengan tahanan yang terlibat kasus korupsi,” ungkap Yusran.

Baru-baru ini, penyidik KPK menetapkan 12 orang legislator Provinsi Jambi sebagai tersangka rentetan kasus suap APBD Provinsi Jambi. Mereka dari unsur pimpinan DPRD, fraksi dan ada juga komisi. Unsur Pimpinan DPRD Provinsi Jambi, Cornelis Buston Ketua DPRD; AR Syahbandar, Wakil Ketua DPRD; Chumaidi Zaidi, Wakil Ketua DPRD.

Kemudian pimpinan fraksi, Sufardi Nurzain, Fraksi Golkar; Cekman, Fraksi Restorasi Nurani; Tadjudin Hasan, Fraksi PKB; Parlagutan Nasution, Fraksi PPP; Muhammadiyah, Fraksi Gerindra Pimpinan Komisi 9. Selanjutnya, Zainal Abidin, Ketua Komisi IlI Anggota DPRD Provinsi Jambi; Elhelwi, anggota; Gusrizal, anggota; Effendi Hatta, anggota.

Sebelumnya, KPK telah lebih dulu menjerat mantan Sekda Provinsi Jambi, Erwan Malik; Kepala Dinas PU Arfan, dan Zumi Zola. Selain putra mendiang Zulkifli Nurdin, penyidik juga menjerat Saifuddin, mantan Asisten III Sekretariat Provinsi Jambi.

sumber : jambi independent

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *