Indonesia Kibarkan Bendera Setengah Tiang

Dradio.id, JAKARTA – Seluruh masyarakat Indonesia diimbau untuk mengibarkan bendera setengah tiang sebagai tanda berduka atas wafatnya Presiden RI Ke-3 Baharudin Jusuf Habibie.

Menteri Sekretaris Negara Pratikno pemerintah menetapkan hari berkabung nasional selama tiga hari. “Imbauan ini juga diberikan seluruh kantor kementerian atau pun lembaga negara baik di dalam negeri maupun di luar negeri,” terang Pratiknodi gedung utama Kementerian Sekretariat Negara, Jakarta pada Rabu (11/9) malam.

Terkait waktu pemakaman yang akan dilakukan di TMPN Kalibata, Jakarta , Pratikno akan mengoordinasikannya dengan keluarga malam ini. “Jadi jam berapa masih belum diputuskan, karena ini suasananya masih sangat berduka,” ungkap Pratikno.

Ia juga mengajak masyarakat untuk mendoakan mendiang BJ Habibie yang wafat di RSPAD Gatot Subroto, Jakarta pada pukul 18.05 WIB. Jenazah BJ Habibie akan dimakamkan di sebelah pusara istri tercinta, almarhumah Ainun Habibie di slot 120-121 di TMPN Kalibata, Jakarta pada Kamis (12/9). “Sekali lagi mohon doa untuk almarhum dan semoga prosesi semuanya berjalan dengan lancar,” imbuhnya.

Sementara itu, Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto menyampaikan turut berduka cita atas wafatnya Presiden ketiga RI BJ Habibie di RSPAD, Jakarta, Rabu petang. Pernyataan bela sungkawa disampaikan Prabowo melalui akun Twitter @prabowo yang dikutip di Jakarta, Rabu.

“Inna lillahi wa inna ilaihi raji’un. Saya atas nama pribadi dan keluarga besar partai @Gerindra mengucapkan turut berduka cita atas wafatnya Presiden Republik Indonesia ke 3 Bapak Bacharuddin Jusuf Habibie. Semoga ditempatkan di sisi Allah SWT. Aamiin YRA,” tulis Prabowo dalam akun Twitternya.

Kepala Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Laksana Tri Handoko menyampaikan duka cita atas wafatnya Presiden ke-3 Republik Indonesia (RI) Bacharudin Jusuf Habibie setelah menjalani perawatan intensif di RSPAD Gatot Subroto. “Saya atas nama pribadi dan keluarga besar LIPI turut berbelasungkawa atas meninggalnya beliau. Semoga beliau diberi tempat terbaik di sisi-Nya,”tuturnya.

Ia mengaku masih terkesan dengan pesan Habibie terkait kemajuan Iptek di Indonesia. “Yang sering disampaikan beliau adalah bagaimana Iptek di negara kita bisa terus berkembang. Bisa mengintegrasikan semua sehingga menjadi semakin baik dan makin efisien untuk kemajuan Indonesia,” tuturnya.

Ia juga sangat terkesan dengan semangat Habibie yang tidak kenal lelah bahkan saat kondisi kesehatannya semakin menurun. “Kalau beliau bicara kan masih semangat berapi-api, seperti tidak kenal lelah, bahkan sampai saat terakhir meskipun makin menurun kondisinya,” ucapnya.

B.J. Habibie meninggal dunia dalam usia 83 tahun pukul 18.05 WIB di RSPAD Gatot Subroto di Jakarta pada Rabu (11/9). Menurut putranya, Thareq Kemal Habibie, dia berpulang karena faktor usia. Habibie meninggal dunia dikelilingi oleh keluarga terdekat termasuk kedua putranya dan cucu-cucunya. “Sampai titik terakhir saya masih ada di situ tapi hari ini pada tanggal 11 September 2019pukul18.05, Presiden RI Ke-3 Bacharuddin Jusuf Habibie, sudah meninggal,” ujar Thareq.

Habibie yang lahir di Parepare, Sulawesi Selatan pada 25 Juni 1936. Sebanyak 44 tim dokter dipimpin oleh tim dokter kepresidenan sudah bekerja merawat Habibie sejak presiden ketiga RI tersebut dirawat di RSPAD Gatot Soebroto pada 1 September 2019.

Pihak keluarga Habibie mengapresiasi kinerja tim dokter yang telah menangani kondisi kesehatan Habibie selama menjalani perawatan.Rencananya Habibie akan dimakamkan di sebelah makam istrinya Ainun Habibie di Taman Makam Pahlawan, Kalibata, Jakarta, Kamis (12/9). Presiden Jokowi dijadwalkan memimpin upacara pemakaman Habibie.

SUMBER : Jambi Independent

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *