Kabut Asap Makin Pekat, Seluruh Sekolah Diliburkan

Dradio.id JAMBI – Sekda Pemprov Jambi M Dianto, telah mengeluarkan surat himbauan kepada seluruh kepala SMA/SMK/SLB baik negeri dan swasta di Provinsi Jambi. Ini terkait dengan kondisi udara yang mulai berkabut tebal sejak beberapa hari terakhir. Surat tersebut ditandatangani oleh Dianto, tertanggal 10 September 2019.

Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jambi Agus Herianto mengatakan, di dalam surat tersebut tertulis bahwa berdasarkan hasil rapat Satgas Karhutla Provinsi Jambi, Selasa (10/9), berdasarkan hasil pemantauan menggunakan alat AQMS, diperoleh Indeks Standar Pencemaran Udara (ISPU) udara berada di angka 99, atau dalam kategori sedang.

Atas dasar tersebut, SMA/SMK/SLb negeri dan swasta di wilayah Kota Jambi, Muarojambi, Tanjab Timur  dan Tanjab Barat dihimbau untuk meliburkan siswanya selama satu hari. “Libur Rabu, tanggal 11 September selama satu hari,” katanya.

Dia mengatakan, kepada msayarakat khususnya kalangan pelajar juga dihimbau untuk mengurangi aktifitas  di luar kelas, bagi stauan pendidikan yang wilayahnya terdampak. Selanjutnya sangat disarankan untuk menggunakan masker pelingung bagi warga sekolah di tiap satuan pendidikan yang wilayahnya terdampak.

“Menerapkan prilaku hidup bersih dan sehat bagi seluruh warga sekolah di setiap satuan pendidikan. Serta tidak melakukan pembakaran sampah di lingkungan satuan pendidikan,” katanya.

Sementara itu, Karo Humas dan Protokol Setda Provinsi Jambi Johansyah mengatakan, himbauan libur sekolah untuk empat kabupaten/kota tersebut berdasarkan hasil rapat yang dipimpin langsung oleh Ketua satgas Karhutla Provinsi Jambi. Rapat dihadiri oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Provinsi Jambi, Dinas Lingkungan Hidup dan Dinas Kesehatan.

“Atas hasil rapat itu, pak Gubernur langsung memerintahkan sekda Provinsi Jambi untuk membuat surat himbauan pada SMA/SMK/SLB agar libur satu hari,” tandasnya.

Sementara itu, kabut asap di Kota Jambi semakin pekat beberapa hari terakhir. Terpantau dari Air Quality Monitoring System (AQMS) data realtime dari DLH Kota Jambi menunjukkkan pada Selasa pagi (10/10) pukul 10.30 WIB Parameter PM2.5 nilai 202. Di atas baku mutu,  kategori sangat tidak sehat.

Dampaknya, terjadi peningkatan warga yang terserang Infeksi Saluran Pernafasan Akut (ISPA), sejak Agustus dan September ini. Dari data Dinas Kesehatan Kota Jambi, penderita ISPA pada Juni sebanyak 7.142 kasus, Juli sebanyak 9.316 kasus, Agustus dan September 11.251 kasus.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Jambi, Ida Yulianti mengatakan bahwa pasien yang terserang ISPA ditandai dengan batuk, pilek, serta sesak nafas. Penderitanya juga menyerang anak-anak, hingga usia tua. “Tapi rata-rata banyak orang tua yang terserang ISPA,” ujarnya.

Pantauan di lapangan, di beberapa Puskesmas, pasien tampak berobat penyakit ISPA. Seperti Anas (31), dirinya mengantre untuk mengobati anaknya yang berusia 1 tahun 3 bulan di Puskesmas Simpang IV Sipin. “Saya mengantre untuk berobat anak. Demam baru hari ini, takutnya terkena ISPA, karena kan gejalanya batuk, pilek sama sesak nafas gitu. Sementara tadi malam asap begitu pekat, bahkan sampai masuk ke rumah. Jadi langsung berobat lah hari ini,” kata dia.

Sementara itu, Ubay (24) penjaga registrasi Puskesmas Simpang IV Sipin mengatakan, pasien di puskesmas ini memang ramai setiap harinya. Namun memang hari ini Selasa, (10/9) pasien mengeluhkan asap yang pekat. “Lebih banyak anak-anak sih yang dibawa. Mereka batuk dan sesak nafas. Baru hari ini lah yang lumayan banyak keluhan sesak nafasnya, cuman untuk ISPA atau tidaknya dokter yang tahu,” kata dia.

Sementara itu, di Puskesmas Aurduri, Ranti warga Perumahan Aurduri mengatakan sudah hampir seminggu mengalami batuk dan sesak nafas. “Selain obat dokter saya juga doping dengan air rendaman jahe, kunyit, dan kayu manis,” ujarnya.

Begitu juga dengan Arman, dia mengatakan beberapa hari terakhir mengalami batuk dan sesak nafas, namun baru hari ini memeriksakannya. “Batuk sudah 5 harian tidak sembuh, jangankan diluar rumah, didalam rumah pun ikut sesak. Makanya hari ini kberobat,” katanya.

Di Batanghari, Dinkes mencatat selama delapan bulan terakhir ditemukan 14.433 kasus ISPA. “Penyebab meningkatnya kasus ISPA ini tidak terlepas dari terjadinya kasus Karhutla. Dampaknya sudah terjadi disemua wilayah Kabupaten Batanghari,” kata Kadinkes Batanghari, Elfie Yennie.

Dinkes terus memantau perkembangan kasus ISPA melalui Puskesmas didelapan kecamatan. Bila ditemukan warga yang terserang Ispa, maka Puskesmas wajib melaporkan ke Dinkes Batanghari.

Selain melakukan pemantauan dan penanganan, pihaknya juga menyiapkan 5.000 masker untuk dibagikan ke masyarakat.

SUMBER : Jambi Independent

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *