BADAN KURUS KERING, RIZKI SANGAT BUTUH ULURAN TANGAN

Dradio.id – Muaro Jambi – Rachju Rizki Perdana 18 tahun, hanya bisa terbaring lemah di kasur. Memprihatinkan, kondisi fisik semakin hari semakin menurun, hanya tinggal kulit sebagai pembalut tulang akibat sakit yang dideritanya. Tubuhnya sangat kurus seperti kukarangan asupan gizi.

Dengan berurai air mata, sang ibu bernama Esa bercerita, kalau dirinya harus menjadi orang tua tunggal bagi Rachju. Ayah Rachju sudah meninggal dunia sejak Rachju berusia tiga bulan. Untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari, Esa sang ibu membanting tulang sebagai buruh cuci pakaian. Kini ia hanya bisa pasrah dan berharap ada uluran tangan dermawan ataupun pemerintah untuk kelanjutan kesembuhan putra kesayangannya.

“Mudah-mudahan pemerintah bisa membantu ataupun ada uluran tangan dermawan agar anak saya bisa berobat ke Palembang,”tandasnya sambil tersedu menangis.

Dicerikan Esa, yang berlamat di RT 22 Desa Talang Belido Kecamatan Sungai Gelam, Kabupaten Muaro Jambi ini. Untuk mendeteksi kepastian penyakit anaknya ini, harus memiliki biaya besar, sementara dirinya hanya merawat anaknya dirumah kerena terbentur biaya.

“Kata dokter anak saya ini mengalami pembengkakan di jantung dan harus dirujuk ke rumah sakit di Palembang,” ungkap Esa Yulyanti orang tua Rachju.

Esa bercerita, awal sakit yang diderita Rachju saat ia pulang bekerja di Merlung Tanjab Barat pada bulan November tahun lalu. Saat itu ia mengeluhkan dadanya sangat sakit seperti ditusuk-tusuk.

Awalnya sang ibu memberikan obat penghilang nyeri namun sakit yang diderita Rhajy tak kunjung hilang. 

“Akhirnya saya bawa berobat ke rumah sakit dan direkomendasikan untuk dirawat inap,” katanya.

Setelah keluar dari rumah sakit, ternyata penyakit Rachju tak kunjung sembuh. Singkat cerita Rhaju pun mesti keluar masuk rumah sakit. 

“Akhirnya anak saya dilakukan tindakan penyedotan pada bulan April lalu di RSUD Raden Mattaher Jambi karena ada cairan menyelimuti paru-parunya. Cukup banyak cairan yang disedot sekitar 11 liter,” cerita Esa.

Usai disedot cairan yang menyelimuti paru-parunya, Rachju pun pulang namun sakit pada dadanya masih terasa. Alhasil dia harus kembali ke rumah sakit. Setelah dilakukan pemeriksaan di RSUD Raden Mattaher, diketahui ada semacam benjolan di dekat jantung Rachju. Menurut Esa, Dokter yang menangani Rhaju menyarankan agar ke Palembang untuk memastikan penyakit serta tindakan medis yang harus dilakukan.  

“Kalau untuk berobat mungkin dijamin oleh BPJS tapi untuk keberangkatan dan biaya di sana kita tak punya uang,” kata dia.

Sementara Kepala Sekolah SMK Muhammadiyah Jambi Essy Sulistiawati usai menjenguk Rachju merasa terenyuh melihat nasib mantan muridnya tersebut. Dia tak menyangka, muridnya yang periang dan berprestasi tersebut harus menderita sakit yang parah hingga tubuhnya tinggal kulit pembalut tulang.

“Saya baru dapat kabar dari grup WA dan langsung berkunjung ke rumahya. Atas insiatif bersama kami sumbangan untuk membantu meringankan beban keluarga,” kata Essy.

Meski tak seberapa dia berharap bisa meringankan beban keluarga Rachju dan menjadi pintu masuk para dermawan yang hendak membantu meringankan beban Rachju. 

Dia pun mengimbau kepada para dermawan yang ingin membantu untuk mengirimkan donasi melalui No. Rek 002001141715502 atas nama Endah Pratiwi.

“Bisa juga melalui saya atau langsung ke rumah Rachju di RT 22 Jln Lingkar Selatan Desa Talang belido Kecamatan Sungai Gelam Kabupaten Muarojambi,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *