DITERTIBKAN, PEDAGANG ACUNGKAN PARANG KE PETUGAS

Dradio.id, Sarolangun – Tidak terima mobil jualan buah miliknya diangkut petugas Satpol PP Sarolangun, seorang pedagang mengamuk dan menghadang petugas dengan sebuah parang. Aksi ini terjadi saat petugas Satpol PP Sarolangun melakukan razia penertiban pedagang yang berjualan di Trotoar Taman PKK Sarolangun, Selasa (20/8).

“Apo serah-serahkan kunci mobil. Jangan kami bae yang dirazia. Aku biso ngamuk, kami keno razia terus disini. Apo kendak kamu, mati aku buat. Lah puas aku keno razia kamu nih,” ujar pedagang sembari memegang sebilah parang.

Petugas sempat dibuat panik dan mencoba menenangkan pedagang tersebut. Beruntung atas bantuan suami pedagang tersebut, pedagang tersebut bisa ditenangkan dan petugas bisa mengamankan mobil jualan buah miliknya.

Kasatpol PP Sarolangun, Riduan saat dikonfirmasi mengatakan, kegiatan ini merupakan razia rutin yang dilaksanakan oleh pihaknya dalam upaya menertibkan para pedagang. karena masih berjualan di tempat-tempat yang dilarang.

“Kita ingin para pedagang ini tertib. Dalam artian, aktivitas dagang mereka tidak mengganggu jalan umum. Apalagi sampai menggunakan badan jalan dan trotoar untuk berjualan. Salah satu efeknya adalah kemacetan jalan dan lain sebagainya. Ini yang ingin kita hindari,” katanya.

Dalam razia kali ini, pihak Satpol PP menggandeng Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) dari Dinas Perhubungan Sarolangun, UPT Pasar dan Asosiasi Pedagang Sarolangun.

“Jadi sengaja kita turun bersama-sama untuk melakukan razia hari ini. Karena sudah sering kali kita lakukan imbauan bahkan penindakan, masih juga ada pedagang yang nakal dan tetap berjualan di tempat tersebut. Makanya kali ini kita tindak tegas, yakni langsung kita angkut gerobak, mobil dan lapak jualan mereka,” terang Kasatpol PP.

Dalam razia kali ini, sebanyak dua unit mobil jenis carry yang digunakan untuk jualan buah, satu unit gerobak bakso, dua unit motor pedagang buah dan gerobak jualan es tebu diangkut petugas.

“Saat ini akan kita lakukan BAP terlebih dahulu. Kita tunggu hasil dari BAP, baru akan kita lakukan tindakan lebih lanjut, yakni penetapan sanksi,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Asosiasi Pedagang Sarolangun, Sayiful Hanafi Harahap saat dikonfirmasi mengaku bahwa pedagang yang ditertibkan tersebut tidak terdaftar dalam asosiasi, dalam kata lain ilegal.

“Tidak masuk dalam anggota kita. Sebelumnya juga sudah kita ingatkan agar tidak berjualan di tempat yang memang secara aturan sudah dilarang. Cuma karena wewenang kita terbatas, jadi tidak bisa berbuat lebih jauh,” sebutnya.

Menurutnya, para pedagang yang berjualan tersebut sebelumnya juga sudah ditawarkan atau diarahkan ke tempat yang resmi atau diperbolehkan. Yakni di Tepian Cik Minah Sarolangun. Namun hal tersebut ditolak oleh pedagang dengan alasan tempat tersebut sepi pembeli.

“Alasannya sepi. Bagaimana mau cari makan. Cuma tetap saja aturan tidak bisa kita langgar. Kalau untuk kawasan Ancol atau Taman PKK Sarolangun memang sudah penuh tempatnya,” paparnya.

Sebagai tindak lanjut, pihaknya mengaku akan mendata pedagang tersebut untuk dimasukkan ke asosiasi dan mengikuti aturan Pemerintah Kabupaten Sarolangun.

“Nanti kita akan kerja sama dengan Satpol PP. Kita bentuk asosiasi ini juga biar para pedagang di Sarolangun tertib dan tidak melanggar aturan,” tuntasnya. 

sumber : jambi independent

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *